Bandung – Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih diyakini akan menjadi lembaga ekonomi strategis yang mampu mengoptimalkan peran generasi milenial, gen Z, hingga gen Alpha dalam pembangunan ekonomi desa. Kopdes digadang-gadang menjadi solusi dari penciptaan lapangan kerja yang saat ini sangat terbatas jumlahnya.
Hal itu dikatakan Menteri Koperasi Ferry Juliantono dalam Seminar Kebebasan Finansial Melalui Entrepreneur dan Bisnis di Badung dikutip dari kop.go.id. Menkop Ferry Juliantono menyebut koperasi saat ini tidak lagi sekadar identik dengan simpan pinjam, melainkan telah berkembang menjadi badan usaha modern yang dapat menyerap tenaga kerja muda dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Sudah saatnya koperasi menjadi pilihan bagi milenial dan gen Z untuk berkarya dan mendapatkan pekerjaan,” ujar Menkop Ferry.
Menkop Ferry menekankan jumlah generasi muda yang terus meningkat harus diantisipasi dengan penciptaan lapangan kerja alternatif. Data Kemenkop menunjukkan, gen Z saat ini berjumlah 11 juta orang dan diperkirakan akan mencapai 25 juta dalam 2–3 tahun ke depan.
Oleh karena itu, Kopdes ini dipandang sebagai solusi alternatif yang nyata. “Harapan Presiden jelas, Kopdes Merah Putih ini menjadi alternatif penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.
Menkop Ferry menambahkan, Kopdes ini memiliki kesesuaian dengan nilai-nilai generasi muda yang lebih fleksibel, berjiwa entrepreneur, dan berbasis komunitas. Ia mencontohkan, koperasi dapat menjadi solusi bagi konten kreator dan animator yang membutuhkan modal awal sebelum mendapatkan kontrak produksi.
Melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB), koperasi bisa membiayai mereka sejak awal. “Begitu mereka bikin koperasi, LPDB bisa membiayai. Setelah ada kontrak, bank penyalur KUR bisa join financing. Ini sangat membantu generasi muda,” ungkap Menkop Ferry.
Menkop Ferry menegaskan, dukungan seluruh pihak sangat penting agar Kopdes Merah Putih benar-benar dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa sekaligus solusi penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda. Dengan perputaran ekonomi di desa yang lebih masif diharapkan secara agregat dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara nasional.









