Genta Post
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Artikel
No Result
View All Result
Subscribe
Genta Post
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Artikel
No Result
View All Result
Genta Post
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Opini
Ketua BRA Aceh Utara Menembus Sunyi Desa, Menyusuri Derita Korban Banjir dan Longsor

Oplus_131072

Ketua BRA Aceh Utara Menembus Sunyi Desa, Menyusuri Derita Korban Banjir dan Longsor

Redaksi by Redaksi
31 Desember 2025
in News
0
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Aceh Utara | Lima hari Pasca banjir bandang dan longsor menerjang pedalaman Aceh Utara pada rabu, 26 November 2025. Namun waktu belum mampu menghapus jejak kehancuran. Sunyi masih menggantung di udara, bukan sebagai tanda damai, melainkan sebagai bahasa duka yang tak sanggup diucapkan. Lumpur mengering di dinding rumah yang retak, pohon-pohon tumbang menutup jalan, dan tanah longsor memutus nadi kehidupan desa.

Tepat pada Minggu, (30/11) pasca kelima pasca banjir bandang dan longsor distulah Ketua Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Kabupaten Aceh Utara, Kamaruddin, memilih untuk melangkah masuk. Bukan melalui jalan yang mudah, melainkan menembus wilayah yang nyaris terisolasi total ketika sebagian akses masih tertutup longsoran, dan bantuan belum sepenuhnya menjangkau warga.

Perjalanan menuju desa-desa terdampak berubah menjadi ujian fisik dan mental. Jalan aspal lenyap tertelan tanah, berganti lumpur licin yang membuat setiap langkah harus dipikirkan matang. Sungai yang meluap belum sepenuhnya surut, arusnya masih deras dan berbahaya. Di beberapa titik, rombongan harus berhenti, memastikan tanah di depan cukup kuat untuk dipijak, karena longsor susulan bisa terjadi kapan saja.

Konten Terkait

Gempa Magnitudo 5.6 Gayo Lues, Getaran Dirasakan hingga Lhokseumawe dan Aceh Utara

Gempa Magnitudo 5.6 Gayo Lues, Getaran Dirasakan hingga Lhokseumawe dan Aceh Utara

22 Juli 2026
FORSIBA Kota Langsa Isi MPLS di SMA/SMK/MA Se-Kota Langsa, Perkuat Karakter dan Kepemimpinan Pelajar

FORSIBA Kota Langsa Isi MPLS di SMA/SMK/MA Se-Kota Langsa, Perkuat Karakter dan Kepemimpinan Pelajar

21 Juli 2026
Sucofindo Hadirkan Sertifikasi HACCP SPPG untuk Dukung Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Sucofindo Hadirkan Sertifikasi HACCP SPPG untuk Dukung Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

20 Juli 2026
Jika AS Tak Bisa Jinakkan Israel, Iran Ragu Lanjutkan Diplomasi

Jika AS Tak Bisa Jinakkan Israel, Iran Ragu Lanjutkan Diplomasi

18 Juli 2026

Reruntuhan jembatan memaksa perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Pohon-pohon besar melintang di jalan, sebagian masih menggantung di tebing, seakan menunggu saat untuk jatuh. Desa Lhok Pungki, Gampong Gunci, Riseh Baroh, Riseh Tengeh, hingga Riseh Tunong menjadi titik-titik sunyi yang hanya bisa dicapai dengan keteguhan dan keberanian.

Di sepanjang perjalanan, pemandangan pilu tak terhindarkan. Rumah-rumah warga berdiri miring, sebagian roboh, sebagian lain hanya menyisakan rangka. Perabotan tertimbun lumpur, pakaian tergantung di dahan pohon, dan kebun yang dulu menjadi sumber hidup kini berubah menjadi hamparan tanah rusak. Di sanalah warga bertahan di antara puing dan kenangan.

Kamaruddin tidak datang sebagai tamu yang tergesa. Ia duduk di tanah yang masih basah, sejajar dengan warga yang wajahnya menyimpan lelah dan kehilangan. Ia mendengar kisah-kisah yang disampaikan dengan suara pelan, kadang terputus oleh tangis tentang malam ketika air datang tanpa aba-aba, tentang suara longsor yang mengguncang, dan tentang kepanikan menyelamatkan anak-anak di tengah gelap.

“Hari ke lima pasca banjir Kami harus melihat sendiri,” ujarnya lirih. “Karena banyak desa yang sampai hari ini masih terputus. Jalan sulit, medan berat, dan warga masih bertahan dengan keterbatasan.” kata Kamaruddin

Seorang warga, matanya sembab dan tubuhnya letih, bercerita bahwa sejak hari pertama banjir dan longsor, desa mereka seakan terkurung. Keluar masuk desa hampir mustahil. Bantuan sulit datang. Rumah rusak, kebun hilang, dan hari-hari dilalui dengan rasa cemas akan longsor susulan. Yang tersisa hanyalah harapan agar ada yang mau menembus sulitnya perjalanan untuk melihat keadaan mereka.

Bagi warga, kehadiran Ketua BRA dan rombongan di hari kelima pascabencana bukan sekadar kunjungan. Ia adalah bukti bahwa di tengah medan berat dan sunyi yang menekan, masih ada yang bersedia menempuh risiko demi memastikan mereka tidak dilupakan.

Di desa-desa yang terisolasi itu, harapan tidak datang dalam bentuk janji besar. Ia hadir lewat langkah kaki yang berani menembus lumpur dan longsor, lewat telinga yang mau mendengar, dan lewat kepedulian yang memilih hadir meski jalan menuju ke sana nyaris tak tersisa.

Pasca banjir bandang yang menerjang pada November lalu, waktu telah melangkah 35 hari ke depan. Namun bagi bumi Aceh, luka itu belum juga menutup. Lumpur masih mengering di sudut-sudut rumah warga, menjadi saksi bisu kedahsyatan air yang datang tanpa ampun.

Akses desa yang terputus belum sepenuhnya tersambung kembali, sementara kehidupan masyarakat di pedalaman Aceh Utara masih berjalan tertatih. Nafas kehidupan belum sepenuhnya pulih anak-anak belajar di tengah keterbatasan, para orang tua berjuang menata kembali sisa-sisa harapan, dan malam masih menyisakan rasa cemas.

Aceh sedang tabah menunggu kesembuhan. Di antara puing dan lumpur, harapan tetap bertahan, menanti uluran tangan, kepedulian, dan kehadiran negara untuk memulihkan denyut hidup yang sempat terhenti.

Kini genap dua dekade lebih sejak musibah dahsyat tsunami Aceh 2004, ingatan tentang luka itu belum sepenuhnya pudar. Namun pada 2025, bumi Aceh kembali diuji. Musibah kembali menerjang, seolah mengingatkan bahwa tanah ini tak hanya menyimpan kenangan duka, tetapi juga keteguhan untuk bangkit setiap kali terjatuh. [Ms]

 

 

Tags: berita acehDerita Korban Banjir dan LongsorKetua BRA Aceh UtaraMenembus Sunyi DesaMenyusuriNews
ShareTweetPin
Previous Post

Polres Lhokseumawe Tingkatkan Pengamanan Gereja pada Malam Nataru

Next Post

PIM Tutup Tahun Produksi 2025 dengan Catatan Kinerja Positif

Konten Terkait

Gempa Magnitudo 5.6 Gayo Lues, Getaran Dirasakan hingga Lhokseumawe dan Aceh Utara
News

Gempa Magnitudo 5.6 Gayo Lues, Getaran Dirasakan hingga Lhokseumawe dan Aceh Utara

22 Juli 2026

Aceh – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (Mag) 5.6 yang berpusat di Kabupaten Gayo...

FORSIBA Kota Langsa Isi MPLS di SMA/SMK/MA Se-Kota Langsa, Perkuat Karakter dan Kepemimpinan Pelajar
News

FORSIBA Kota Langsa Isi MPLS di SMA/SMK/MA Se-Kota Langsa, Perkuat Karakter dan Kepemimpinan Pelajar

21 Juli 2026

LANGSA – Forum Silaturahmi OSIS Bersatu (FORSIBA) Kota Langsa dipercaya mengisi materi dalam rangkaian...

Sucofindo Hadirkan Sertifikasi HACCP SPPG untuk Dukung Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
News

Sucofindo Hadirkan Sertifikasi HACCP SPPG untuk Dukung Keamanan Pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

20 Juli 2026

Lhokseumawe — PT SUCOFINDO (Persero) melalui layanan Sertifikasi HACCP (Hazard Analysis and Critical Control...

Jika AS Tak Bisa Jinakkan Israel, Iran Ragu Lanjutkan Diplomasi
News

Jika AS Tak Bisa Jinakkan Israel, Iran Ragu Lanjutkan Diplomasi

18 Juli 2026

Teheran - Iran menyatakan siap melanjutkan jalur diplomasi dengan Amerika Serikat, namun menegaskan bahwa...

Next Post
PIM Tutup Tahun Produksi 2025 dengan Catatan Kinerja Positif

PIM Tutup Tahun Produksi 2025 dengan Catatan Kinerja Positif

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 PT. Genta Intermedia Global - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Opini

© 2025 PT. Genta Intermedia Global - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.