ACEH UTARA – Suhu politik dan sosial di Bumi Pase mendadak memanas dalam arti positif! Badan Reintegrasi Aceh (BRA) Kabupaten Aceh Utara secara mengejutkan mengumumkan bakal menggelar hajatan akbar bertajuk Talk Show Peutrang Mata yang dipastikan bakal menggelegar di Lhoksukon pada Kamis, 06 Agustus bulan depan.
Tak main-main, persiapan matang ini langsung dikebut dari Kantor BRA Aceh Utara di kawasan Alue Awe, Rabu (22/7/2026) lalu. Di bawah komando langsung sang Ketua, Kamaruddin, acara ini diyakini bakal menjadi titik balik besar untuk menguak dan menagih implementasi nyata dari butir-butir historis MoU Helsinki di Aceh Utara.
“BRA merancang Talk Show Peutrang Mata dengan tujuan membangkitkan sinergi untuk membangun daerah. Karena itu, tema yang diangkat adalah Bangkitkan Sinergi Membangun Aceh Utara melalui Implementasi MoU Helsinki,” tegas Kamaruddin
Publik kini dibuat penasaran dengan kejutan yang disiapkan panitia. Bukan sekadar diskusi biasa, panggung Peutrang Mata dipastikan bakal bertabur bintang intelektual. Sejumlah politisi elite dan akademisi kawakan dipastikan hadir sebagai narasumber utama untuk membedah arah masa depan Aceh Utara.
Lebih mengejutkannya lagi, acara ini juga akan disemarakkan oleh kehadiran para Juara MTQ Kabupaten Aceh Utara yang siap menyedot perhatian publik. Kemegahan acara ini kian sempurna karena akan dipandu langsung oleh sosok inspiratif berkaliber nasional, yakni Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan dari Kemenpora RI.
Kamaruddin secara blak-blakan, seperti yang disampaikannya melalui pesan WhatsApp kepada redaksi, menekankan bahwa momentum ini adalah harga mati untuk menyatukan seluruh kekuatan mulai dari rakyat, birokrat, kaum intelektual, hingga para politisi demi mengawal marwah dan cita-cita luhur perdamaian Aceh.
“Kami berkomitmen melahirkan kerja sama yang kuat antara masyarakat, pemerintah, akademisi, dan politisi untuk bersama membangun bangsa, serta mewujudkan cita-cita MoU Helsinki,” pungkas Kamaruddin.
Kini, seluruh mata tertuju ke Lhoksukon. Sanggupkah gelaran “Peutrang Mata” menjadi petir pemecah kebuntuan pembangunan di Aceh Utara? Kita nantikan kejutannya bulan depan!









