BANDA ACEH – Dinas Pendidikan Aceh terus melakukan pembenahan untuk menghadirkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murtalamuddin, peningkatan mutu pelayanan dilakukan melalui berbagai langkah, mulai dari pengembangan inovasi, penguatan budaya literasi hingga membangun kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan.
Upaya tersebut sejalan dengan dukungan Pemerintah Aceh, khususnya Gubernur Aceh, dalam mendorong terwujudnya sistem pendidikan yang lebih responsif, berkualitas dan mampu menjawab tantangan masyarakat.
Salah satu indikator positif terlihat dari hasil Indeks Persepsi Kualitas Pelayanan (IPKP). Dinas Pendidikan Aceh mencatat nilai 3,66 dari skala maksimal 4,00. Nilai tersebut menempatkan kualitas pelayanan pada kategori baik.
Bagi Dinas Pendidikan Aceh, capaian tersebut tidak hanya menjadi ukuran terhadap kinerja pelayanan, tetapi juga menjadi dorongan untuk terus memperbaiki berbagai aspek yang masih membutuhkan peningkatan.
Murtalamuddin menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan penilaian positif terhadap pelayanan yang diberikan.
“Kepercayaan dan penilaian masyarakat menjadi penyemangat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan pendidikan yang lebih cepat, sederhana, humanis, serta mengutamakan kepuasan masyarakat,” kata Murtalamuddin.
Dalam menjalankan pelayanan publik, Dinas Pendidikan Aceh menempatkan sejumlah nilai sebagai landasan. Petugas dituntut mengedepankan kesantunan dan empati ketika berinteraksi dengan masyarakat, sekaligus mampu memahami kebutuhan maupun aspirasi yang disampaikan.
Aspek kecepatan juga menjadi perhatian. Pelayanan diupayakan berlangsung efektif, tepat sasaran dan tidak menyulitkan masyarakat dengan prosedur yang tidak diperlukan.
Selain itu, integritas dan profesionalisme menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas. Setiap layanan diharapkan diberikan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan kepentingan masyarakat.
Keterbukaan informasi turut menjadi perhatian. Masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi mengenai layanan secara jelas, terbuka dan mudah diakses.
Seluruh prinsip tersebut bermuara pada satu tujuan, yakni meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap layanan pendidikan di Aceh.
Selain memperbaiki kualitas pelayanan, Murtalamuddin juga terus menaruh perhatian pada pengembangan inovasi dan peningkatan budaya literasi. Kedua hal tersebut dinilai memiliki peran penting dalam membangun sumber daya manusia Aceh yang lebih unggul.
Peningkatan kualitas pendidikan juga membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, sekolah, guru, peserta didik, orang tua, dunia usaha dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung kemajuan pendidikan.
Dengan dukungan Pemerintah Aceh serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, Dinas Pendidikan Aceh menjadikan capaian IPKP 3,66 sebagai bagian dari evaluasi sekaligus pijakan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik ke depan.









