WASHINGTON – Ancaman serangan rudal yang dinilai kredibel disebut menjadi alasan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggunakan pesawat lain dalam sebuah perjalanan, menurut seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut.
Informasi itu muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap aspek keamanan penerbangan dan perlindungan presiden AS. Pergantian pesawat dilakukan sebagai langkah pencegahan setelah adanya indikasi ancaman rudal yang dianggap cukup serius oleh pihak keamanan.
Sumber tersebut mengatakan keputusan itu berkaitan dengan pertimbangan keamanan dan dilakukan secara rahasia. Langkah tersebut menunjukkan bagaimana informasi mengenai potensi ancaman dapat memengaruhi pergerakan presiden, termasuk penggunaan pesawat yang telah disiapkan untuk perjalanan tertentu.
Pesawat kepresidenan AS biasanya menjadi bagian penting dari sistem keamanan presiden. Pergerakan dan prosedur penerbangannya pun mendapat pengamanan berlapis untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan ancaman.
Meski demikian, rincian mengenai jenis ancaman, asal informasi intelijen, serta identitas pesawat yang digunakan tidak seluruhnya diungkapkan kepada publik.
Pergantian pesawat tersebut juga menyoroti tingkat kewaspadaan aparat keamanan AS terhadap potensi serangan dari udara. Ancaman rudal merupakan salah satu risiko yang mendapat perhatian khusus karena dapat membahayakan penerbangan dalam waktu singkat.
Pihak berwenang AS hingga kini belum mengungkap seluruh detail terkait insiden tersebut. Informasi mengenai langkah pengamanan presiden juga biasanya dibatasi untuk mencegah terungkapnya prosedur keamanan yang bersifat sensitif.
Laporan mengenai perubahan pesawat Trump pertama kali diberitakan Reuters pada Rabu (12/8/2026), berdasarkan keterangan sumber yang mengetahui persoalan tersebut.
Reuters menyebut sumber itu memberikan informasi dengan syarat identitasnya tidak dipublikasikan karena menyangkut aspek keamanan.









