ACEH UTARA | Menjelang malam penutupan Piasan Pase dalam rangka Milad Samudera Pasai ke-800 Tahun, suasana kemeriahan di kawasan parkir Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Kecamatan Lhoksekon, Kabupaten Aceh Utara ,masih terus berlangsung dan dipadati pengunjung dari berbagai daerah.
Rangkaian stand pameran yang menjadi bagian dari perayaan tahunan tersebut tetap ramai dikunjungi masyarakat. Berbagai produk unggulan daerah, kerajinan tangan, kuliner khas Aceh, hingga informasi pembangunan dari instansi pemerintah menjadi daya tarik yang menghidupkan suasana sepanjang pelaksanaan kegiatan.
Sejak sore hingga malam hari, pengunjung terlihat memadati area pameran. Mereka menyusuri satu per satu stand untuk melihat produk lokal, menikmati sajian kuliner tradisional, hingga mengenal lebih dekat potensi ekonomi dan budaya yang dimiliki Aceh Utara.
Aneka makanan khas Aceh menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat. Aroma kuliner tradisional yang menggoda berpadu dengan dekorasi stand yang kreatif dan bernuansa budaya, menciptakan atmosfer meriah yang terus terasa meski perayaan telah memasuki hari-hari terakhir.
Tak hanya itu, berbagai hasil karya kreatif masyarakat, mulai dari kerajinan hingga produk usaha mikro dan kecil, turut dipamerkan. Kehadiran para pelaku usaha lokal dinilai menjadi salah satu bukti bahwa Piasan Pase tidak hanya menjadi ajang hiburan rakyat, tetapi juga sarana promosi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Bagi banyak pengunjung, Piasan Pase menjadi ruang pertemuan antara sejarah, budaya, dan perkembangan daerah. Melalui pameran tersebut, masyarakat dapat melihat langsung beragam potensi yang dimiliki Aceh Utara sekaligus mengenang kejayaan Samudera Pasai sebagai salah satu pusat peradaban Islam terbesar di Nusantara.
Semangat pelestarian budaya dan penguatan nilai-nilai keislaman juga terasa kuat dalam perhelatan ini. Slogan “Ta Jaga Adat dan Ta Peukong Syariat” terus digaungkan sebagai pesan yang menyertai seluruh rangkaian kegiatan Milad Samudera Pasai ke-800 Tahun.
Meski penutupan acara dijadwalkan berlangsung pada Minggu (13/9/2026) pukul 21.00 WIB, antusiasme masyarakat belum menunjukkan tanda-tanda surut. Ramainya stand pameran hingga menjelang hari terakhir menjadi bukti bahwa Piasan Pase telah menjelma sebagai salah satu agenda budaya dan ekonomi yang mendapat tempat istimewa di hati masyarakat Aceh Utara.









