Aceh Utara – Tradisi meugang di Kecamatan Dewantara kembali memeriahkan suasana dengan keceriaan dan keramaian. Meskipun masyarakat setempat baru saja dilanda musibah banjir, semangat menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah pada Rabu, 18 Februari 2026, tetap terasa kuat.
Sebagai bentuk kepedulian sosial dan moral kepada para penyintas banjir, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menindaklanjuti petunjuk teknis dari Kementerian Dalam Negeri yang mengatur bahwa bantuan sosial dapat disalurkan dalam bentuk daging, bukan uang tunai.
Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, yang akrab disapa Ayah Wa, menyampaikan bahwa anggaran sebesar Rp19,5 miliar bagi penyintas banjir dialokasikan untuk pembelian 1.109 ekor sapi guna memenuhi kebutuhan daging meugang menjelang Ramadan.
“Dengan skema ini, total sapi yang dapat dibeli mencapai 1.109 ekor. Artinya, 852 gampong akan mendapatkan minimal satu ekor sapi,” ujar Ayah Wa. Adapun mekanisme penyalurannya akan diatur oleh kelompok masyarakat (Pokmas) di masing-masing gampong.
Dalam rangka menyambut hari besar tersebut, warga terlihat sangat antusias meskipun cuaca sedikit panas dan kondisi ekonomi pun yang masih terhimpit pascabanjir.
Sehari sebelumnya, para pedagang telah mulai mempersiapkan lapak dan meja untuk berjualan pada hari meugang. Mereka tampak sibuk merapikan dan menata daging di sejumlah lokasi yang telah disediakan pemerintah setempat. Pada tahun 2026 ini, pemerintah menyediakan lokasi khusus bagi pedagang daging yang berada di sebelah utara, tepat di pinggir jalan rel kereta api.
Berdasarkan laporan warga, harga daging di Keude Krueng Geukueh berkisar antara Rp170.000 hingga Rp180.000 per kilogram. Harga ini relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Keramaian masyarakat pun tidak surut. Warga tampak berdesakan dan mengantre untuk mendapatkan daging yang menjadi hidangan utama dalam tradisi meugang.
Meski kondisi ekonomi masih terasa berat, semangat masyarakat Aceh tetap tinggi. Tradisi meugang yang telah menjadi adat turun-temurun tetap berlangsung sebagaimana mestinya.
Aktivitas membeli daging ini memiliki makna tersendiri sebagai bagian dari persiapan menyambut Ramadan, bulan yang penuh berkah dan ampunan.
Dari sisi penjualan, variasi pembelian pun beragam. Ada yang membeli satu kilogram, setengah kilogram, bahkan hanya tiga ons, menyesuaikan dengan kemampuan ekonomi masing-masing. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun daya beli masyarakat bervariasi, semangat untuk merayakan meugang dan menyambut Ramadan tetap terjaga.









