JAKARTA – Tiga gempa bumi mengguncang sejumlah wilayah Indonesia dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Gempa terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah, dengan gempa berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 di Flores, NTT, menjadi yang paling berdampak.
Gempa kuat di Flores menimbulkan korban jiwa, kerusakan bangunan dan fasilitas umum, serta longsor yang menutup sejumlah akses jalan. Tim SAR gabungan hingga Minggu (16/8/2026) masih melakukan pencarian dan pertolongan di sejumlah lokasi terdampak.
Gempa pertama terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. BMKG mencatat gempa berkekuatan M 7,7 dengan kedalaman 15 kilometer dan episenter berada di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo, NTT.
Guncangan tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami. Warga di sejumlah wilayah pesisir diminta menjauhi pantai sebelum peringatan tersebut dicabut pada pukul 07.30 WIB setelah BMKG tidak lagi mendeteksi kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan.
“BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak,” kata Deputi Bidang Geofisika BMKG Nelly Florida Riama.
Meski peringatan tsunami telah berakhir, dampak gempa cukup besar. Stasiun pemantauan mencatat gelombang tsunami di sejumlah titik pesisir, dengan ketinggian maksimum 0,94 meter di Maurole, Ende, pada pukul 05.27 WIB.
Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk fasilitas di Pelabuhan Maumere dan Hotel Jayakarta di Labuan Bajo. Rumah-rumah warga di sejumlah wilayah juga mengalami kerusakan akibat kuatnya guncangan.
48 Orang Meninggal Dunia
Berdasarkan pendataan dan verifikasi Tim SAR Gabungan hingga Minggu (16/8/2026) pukul 08.30 WITA, sebanyak 112 orang terdampak gempa Flores.
Dari jumlah tersebut, 48 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 64 lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda.
“Berdasarkan hasil pendataan dan verifikasi sementara, tercatat 112 orang terdampak gempa, terdiri atas 48 orang meninggal dunia dan 64 orang mengalami luka berat maupun luka ringan,” kata Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman.
Tim SAR terus bergerak menuju wilayah yang sulit dijangkau. Salah satu kendala utama adalah longsor yang menutup akses jalan di kawasan Reo, Kabupaten Manggarai.
Petugas gabungan berupaya membuka akses sekaligus memperluas pencarian untuk memastikan tidak ada lagi warga yang menjadi korban maupun masih terjebak di lokasi terdampak.
BNPB Siapkan Delapan Langkah Penanganan
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menginstruksikan delapan langkah strategis untuk mempercepat penanganan darurat gempa di Flores.
Salah satu langkah utama adalah meminta pemerintah daerah bersama Pemerintah Provinsi NTT segera menetapkan status darurat di wilayah yang terdampak parah. Enam kabupaten yang menjadi perhatian utama yakni Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Nagekeo, dan Sikka.
Menurut Suharyanto, status darurat diperlukan agar BNPB, Kementerian Pekerjaan Umum, serta kementerian dan lembaga terkait dapat bergerak lebih cepat dalam memberikan bantuan, dukungan anggaran, maupun penanganan teknis.
“Mohon hari ini segera dikeluarkan status daruratnya. Status kedaruratan ini perlu agar BNPB, kementerian/lembaga terkait dari PU dan lain sebagainya bisa membantu secara maksimal,” ujar Suharyanto.
BNPB juga mempercepat pembentukan satuan tugas di tingkat kabupaten, kota hingga provinsi. Unsur TNI dan Polri akan diperkuat dalam struktur komando lapangan untuk mengatur penanganan pengungsi, pencarian korban, hingga distribusi bantuan.
Selain itu, BNPB membuka Posko Utama Pendampingan Nasional di Labuan Bajo dan Posko Taktis di Maumere. Posko Maumere difokuskan untuk menangani wilayah Sikka, Nagekeo, dan Ngada, sementara Labuan Bajo menjadi pusat koordinasi bagi wilayah lainnya.
Logistik Dipusatkan di Halim
BNPB juga mengoperasikan Posko Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma, Jakarta. Posko tersebut menjadi pusat penerimaan bantuan dari kementerian, lembaga, BUMN, swasta, maupun masyarakat sebelum dikirimkan ke wilayah terdampak.
Bantuan selanjutnya akan disalurkan melalui Labuan Bajo maupun Maumere sesuai kebutuhan di lapangan.
“Masyarakat atau pihak yang ingin membantu, semuanya bisa melalui Posko Nasional yang sekarang sudah berdiri di Halim Perdanakusuma. Nanti dari Halim masuk ke Labuan Bajo, bisa juga masuk ke Maumere,” ujar Suharyanto.
Basarnas juga diminta memimpin operasi pencarian dan pertolongan dengan melibatkan unsur TNI, Polri, relawan, serta tim gabungan lainnya.
BNPB menargetkan pemulihan terbatas sejumlah layanan dasar dapat dilakukan dalam waktu tujuh hari. Fasilitas yang menjadi prioritas meliputi listrik, air bersih, bahan bakar minyak, dan jaringan komunikasi.
Pendataan kerusakan rumah warga juga dilakukan secara bersamaan agar pemerintah memiliki data yang diperlukan untuk pembangunan hunian sementara maupun perbaikan rumah masyarakat.
Untuk menjangkau daerah yang sulit diakses melalui jalur darat, sejumlah armada udara dan laut turut dikerahkan. TNI, Basarnas, dan BNPB menyiapkan helikopter, kapal, serta pesawat untuk mendukung pencarian dan distribusi logistik.
BNPB juga mengoperasikan Media Center sebagai sumber informasi resmi mengenai perkembangan penanganan bencana. Pembaruan informasi dilakukan setiap sore untuk mengurangi simpang siur informasi dan mencegah penyebaran kabar bohong.
Gempa M 6,4 Guncang Sumatera Utara
Rangkaian gempa tidak berhenti di NTT. Pada Sabtu (15/8/2026) pukul 17.57 WIB, gempa berkekuatan M 6,4 mengguncang wilayah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Gempa tersebut terjadi pada kedalaman 163 kilometer dan dikaitkan dengan aktivitas subduksi lempeng. Getarannya dilaporkan terasa hingga sejumlah wilayah di Pantai Barat Semenanjung Malaysia.
BMKG bersama Badan Meteorologi Malaysia memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Gempa M 6,2 Guncang Sulawesi Tengah
Beberapa jam kemudian, gempa kembali terjadi di Sulawesi Tengah. Pada Sabtu malam pukul 23.25 WITA atau 22.25 WIB, Kabupaten Parigi Moutong diguncang gempa berkekuatan M 6,2 dengan kedalaman 44 kilometer.
Guncangan turut dirasakan masyarakat hingga Kota Palu. Meski cukup kuat dirasakan warga, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Dengan demikian, dalam kurun waktu kurang dari sehari, tiga gempa signifikan mengguncang tiga wilayah Indonesia.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan atau retak pada struktur utama.
Masyarakat diminta memperoleh informasi kebencanaan hanya dari sumber resmi, termasuk BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.









