Aceh Utara — Upaya pemulihan pascabencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Utara terus digenjot. Komandan Kodim (Dandim) 0103/Aceh Utara, Letkol Inf Faisal, S.Sos., M.Si., bergerak kilat meninjau percepatan pembangunan sepuluh jembatan di wilayah terdampak banjir bandang. Langkah taktis ini diambil untuk menyambung kembali urat nadi perekonomian warga yang sempat terputus.
Peninjauan lapangan ini difokuskan pada dua titik krusial yang sebelumnya sempat terisolasi total akibat terjangan air bah, yakni Dusun Bina Baru dan Dusun Sarah Raja di Gampong Lubok Pusaka, Kecamatan Langkahan. Di kawasan tersebut, sebanyak 10 unit jembatan tengah dikebut pengerjaannya secara simultan, yang terdiri dari 8 unit jembatan beton permanen dan 2 unit jembatan perintis.
Di tengah sisa-sisa material bebatuan dan lumpur sisa banjir, Letkol Faisal tampak teliti mengecek struktur pembesian jembatan beton bersama warga setempat. Pemeriksaan detail ini dilakukan untuk memastikan bahwa infrastruktur yang dibangun kembali memiliki standar ketahanan yang jauh lebih kuat terhadap potensi bencana di masa mendatang.
Usai mengecek jembatan beton, Dandim beserta rombongan melanjutkan peninjauan dengan menyusuri bantaran sungai guna memantau titik-titik pembangunan jembatan perintis. Gerak cepat ini dinilai krusial agar jalur distribusi logistik, mobilitas harian, serta akses anak-anak sekolah dapat segera pulih sepenuhnya.
Suasana hangat tampk menyelimuti kunjungan tersebut ketika Dandim menyempatkan diri duduk berdiskusi santai bersama warga di teras rumah penduduk. Kedatangan pimpinan TNI di wilayah itu disambut antusias oleh tokoh masyarakat setempat, Haji Daud, yang mengapresiasi tinggi kesiapsiagaan serta respons cepat aparat di lapangan.
“Selamat datang Bapak Dandim di dusun kami. Alhamdulillah, akhirnya jembatan yang sangat kami harapkan ini dibangun. Kehadiran 8 jembatan beton dan 2 jembatan perintis ini benar-benar menyambung kembali harapan dan aktivitas warga, perekonomian lancar, pendidikan anak sekolah,” ujar Haji Daud penuh syukur.
Dengan rampungnya proyek percepatan jembatan ini, TNI berharap roda kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di pedalaman Aceh Utara dapat kembali berputar normal tanpa hambatan akses geografis.(nvc/fjp)









