ACEH UTARA | Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. (Ayahwa), menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Yayasan Al-Assyi Muslim Nusantara atas kepedulian serta kontribusinya dalam menyelenggarakan kegiatan Peumulia Aneuk Yatim dan Piatu di Kabupaten Aceh Utara.
Kegiatan santunan tersebut berlangsung pada Minggu (8/11/2026), di Museum Islam Samudera Pasai, Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara. Sebanyak 2.640 anak yatim dan piatu dari ratusan gampong di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe tercatat sebagai penerima manfaat dalam kegiatan tersebut.

Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis kepada 20 anak yatim sebagai perwakilan penerima bantuan. Santunan yang diberikan berupa uang tunai serta konsumsi bagi anak-anak yatim dan piatu.
Dalam sambutannya, Ayahwa menyampaikan penghargaan kepada Yayasan Al-Assyi Muslim Nusantara yang telah mengambil bagian dalam memuliakan anak-anak yatim. Menurutnya, kepedulian terhadap anak yatim merupakan bagian penting dari ajaran Islam sekaligus bentuk tanggung jawab sosial terhadap sesama.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Yayasan Al-Assyi Muslim Nusantara yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Memuliakan anak yatim merupakan perbuatan mulia yang sangat dianjurkan dalam agama Islam,” ujar Ayahwa.
Ia juga mengingatkan bahwa Aceh memiliki sejarah besar sebagai pusat peradaban Islam, khususnya Samudera Pasai yang dikenal sebagai salah satu kerajaan Islam tertua di Nusantara dan telah berkembang sejak sekitar 800 tahun silam.
Menurut Ayahwa, kegiatan memuliakan anak yatim harus menjadi bagian dari upaya membangkitkan kembali nilai-nilai kejayaan peradaban Samudera Pasai. Semangat tersebut sejalan dengan keteladanan Rasulullah Muhammad SAW yang sangat memuliakan dan menyayangi anak yatim.
“Melalui kegiatan Peumulia Aneuk Yatim ini, mari kita bangkitkan kembali semangat dan nilai-nilai kejayaan Samudera Pasai. Rasulullah SAW telah memberikan teladan kepada kita semua tentang bagaimana memuliakan dan menyayangi anak yatim,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Ayahwa turut menyampaikan perkembangan penanganan pascabencana hidrometeorologi di Aceh Utara. Ia mengatakan, dari 25 kecamatan di kabupaten Aceh Utara sekitar 24 kecamatan terdampak bencana alam. Pemerintah daerah saat ini terus mempersiapkan berbagai langkah penanganan, termasuk penyediaan lahan untuk relokasi serta pembangunan rumah bantuan bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.
“Kita sedang mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk masyarakat terdampak bencana, termasuk menyiapkan tanah untuk lokasi relokasi agar pembangunan rumah bantuan dapat dilaksanakan dan masyarakat bisa kembali memiliki tempat tinggal yang layak,” katanya.
Selain penanganan bencana, Ayahwa juga menyampaikan sejumlah agenda besar keagamaan dan kemasyarakatan yang akan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam waktu dekat.

Pada 27 November 2026, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dijadwalkan menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten hingga 3 Desember 2026. Selanjutnya, kegiatan tersebut akan dirangkai dengan perlombaan tingkat Aceh untuk memperebutkan Piala Bupati Aceh Utara.
Kemudian pada 7 Desember 2026, pemerintah daerah merencanakan pelaksanaan Muzakarah Ulama dan Umat, yang dilanjutkan dengan Maulid Raya Bumo Samudera Pasai.
Ayahwa menyebutkan, Maulid Raya tersebut direncanakan melibatkan sekitar 50.000 masyarakat. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran pemerintah, perangkat gampong, serta panitia mempersiapkan kegiatan secara matang, termasuk memastikan ketersediaan kenduri bagi masyarakat yang hadir.
Dalam sambutannya, Bupati juga mengaitkan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan peristiwa berdarah yang terjadi di Gampong Pulo Kenari, Kecamatan Tiro Kabupaten Pidie. Ia mengingatkan agar kejadian serupa tidak sampai terjadi di Aceh Utara.
Ayahwa mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga persaudaraan, mengedepankan musyawarah, serta tidak mudah terpancing oleh persoalan yang dapat memicu konflik dan mengganggu keamanan daerah.
Ia menegaskan bahwa perdamaian, persatuan, dan kebersamaan merupakan modal utama dalam membangun Aceh Utara, terlebih daerah ini masih menghadapi tantangan pemulihan akibat bencana alam.

Sementara itu, Ketua Panitia, Rahmad bin Jafar, mengatakan kegiatan Peumulia Aneuk Yatim dan Piatu tersebut berhasil menghimpun sebanyak 2.640 anak yatim dari ratusan gampong di Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.
Ia menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan yang menurutnya tidak terlepas dari kerja sama dan koordinasi berbagai pihak, khususnya jajaran pemerintah kecamatan dan Forum Geuchik.
“Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan sukses. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, terutama pemerintah kecamatan dan Forum Geuchik yang telah bekerja sama dalam proses pendataan hingga pelaksanaan kegiatan,” kata Rahmad.
Ia menjelaskan, santunan yang diberikan kepada anak-anak yatim berupa uang tunai dan konsumsi. Kegiatan tersebut juga menjadi pelaksanaan perdana program Peumulia Aneuk Yatim oleh Al-Assyi Muslim Nusantara di Provinsi Aceh.
Rahmad menuturkan, ke depan pihaknya berencana memperluas kegiatan serupa ke Kabupaten Pidie dan daerah lainnya. Hal tersebut sejalan dengan jangkauan yang berkembang pada tingkat regional, nasional, hingga internasional.
“Kami berharap Al-Assyi Muslim Nusantara terus berkembang, baik di tingkat regional, nasional maupun internasional. Sebagai putra Aceh, saya juga memohon doa dari anak-anak yatim agar lembaga ini semakin maju dan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat dukungan sejumlah donatur yang berdomisili di Jakarta dan berbagai daerah di Indonesia.
Lebih jauh, Rahmad mengungkapkan harapannya agar Al-Assyi Muslim Nusantara ke depan dapat menghadirkan sebuah proyek percontohan (pilot project) di Aceh, khususnya dalam mengintegrasikan lembaga pendidikan dayah dengan perguruan tinggi atau universitas.
Menurutnya, sinergi pendidikan tersebut diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kecerdasan intelektual, akhlak mulia, serta ketakwaan kepada Allah SWT.
“Kami ingin membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki hati yang baik, akhlak mulia, dan takut kepada Allah SWT. Anak-anak dari lingkungan dayah maupun pendidikan umum harus mampu menghadapi perkembangan dunia tanpa kehilangan nilai-nilai agama,” tuturnya.
Menutup sambutannya, Ayahwa mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan jajaran pemerintahan untuk terus memperkuat kebersamaan serta meningkatkan kepedulian sosial dalam membangun Aceh Utara.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. (Ayahwa), anggota DPRK Aceh Utara Abdul Muthalib yang akrab disapa Taliban, unsur TNI dan Polri dari Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Utara serta tokoh elemen masyarakat.
Kegiatan Peumulia Aneuk Yatim dan Piatu ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus upaya memperkuat nilai-nilai keislaman dan tradisi memuliakan anak yatim yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Aceh.









