GENTAPOST.COM – ACEH UTARA | Penyaluran bantuan logistik bagi korban banjir di Kabupaten Aceh Utara mulai dilakukan secara intensif. Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, SE., MM., atau Ayah Wa, bersama Anggota DPD RI asal Aceh, Azhari Cage, turun langsung memimpin distribusi bantuan di sejumlah titik terdampak.
Dalam foto yang diterima Gentapost.com, keduanya tampak berada di lokasi penyaluran bantuan, dikelilingi tumpukan mi instan, telur, karung beras, dan air mineral. Jenis bantuan ini menggambarkan kebutuhan pokok yang menjadi prioritas pada masa tanggap darurat.
Azhari Cage mengatakan, bantuan tersebut tiba setelah menempuh perjalanan yang cukup berat.
“Sejak hari Minggu, kami menempuh perjalanan laut selama 22 jam dari TPI Lampulo Banda Aceh menuju Pelabuhan Krueng Geukuh. Kapal tiba Senin malam dengan membawa sekitar 13 ton logistik,” ujar Azhari (7/12). Setibanya di pelabuhan, tim langsung bergerak menyalurkan bantuan ke wilayah yang paling membutuhkan.
Azhari mengungkapkan keprihatinannya setelah melihat kondisi di lapangan. Menurut dia, skala kerusakan akibat banjir kali ini jauh lebih parah dibandingkan kejadian sebelumnya.
“Begitu kita lihat di lapangan, musibah banjir kali ini seperti tsunami. Jalan dan jembatan rusak, sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan lumpuh total,” ujarnya.
Dia menambahkan, kerusakan juga terjadi pada permukiman warga.
“Banyak rumah hancur, rusak parah, bahkan ada yang hilang terbawa arus. Ini menjadi duka yang sangat dalam bagi masyarakat Aceh,” katanya.
Bupati Ayah Wa mengatakan bahwa distribusi bantuan telah menjangkau beberapa kecamatan terdampak paling parah.
“Kita sudah salurkan ke Jambo Aye, Baktiya, Lapang, Muara Batu, Dewantara, Nisam, Sawang, Samudera, Banda Baro, Buloh Blang Ara, hingga Tanah Pasir,” ujarnya.
Proses penyaluran dilakukan melalui berbagai mekanisme, baik secara langsung oleh pemerintah daerah dan anggota DPD RI maupun melalui camat, relawan, dan posko lapangan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan cepat diterima masyarakat.
Pemerintah daerah bersama unsur DPD RI terus berupaya memenuhi kebutuhan mendesak serta mempercepat pemulihan infrastruktur pasca-banjir.
Ayah Wa menegaskan bahwa skala bencana kali ini melampaui kemampuan pemerintah daerah.
“Musibah sebesar ini tidak mungkin ditangani hanya oleh pemerintah daerah. Karena itu, kami mendorong pemerintah pusat untuk mengambil alih secara penuh pembangunan kembali infrastruktur, rumah warga yang rusak atau hilang, serta membantu pemulihan usaha masyarakat yang terdampak,” tegasnya.









