PIDIE, GENTAPOST.COM – Anggota DPD RI asal Aceh, Azhari Cage, S.IP., M.AP., mengunjungi sejumlah warga korban insiden di Gampong Pulo Kenari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, yang sedang menjalani perawatan medis di RSUD Tgk Abdullah Syafi’i, Beureunuen, Minggu (8/11/2026).

Azhari mengaku sangat sedih dan terpukul melihat kondisi warga yang menjadi korban dalam insiden tersebut. Terlebih, peristiwa itu tidak hanya menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka, tetapi juga merenggut nyawa seorang warga.
“Saya sangat sedih melihat kondisi ini. Tidak pernah terbayangkan ada warga yang harus kehilangan nyawa dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka akibat peristiwa seperti ini. Ini merupakan duka kita bersama. Saya turut merasakan kesedihan keluarga yang ditinggalkan,” kata Azhari
Ia juga menyampaikan harapan agar seluruh korban yang masih menjalani perawatan segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga.
Usai menjenguk para korban di rumah sakit, senator asal Aceh tersebut kemudian melanjutkan kunjungannya ke rumah duka Abzalul Rizal, warga yang meninggal dunia dalam insiden penembakan di Tiro.

Sebagai bentuk kepedulian, Azhari juga menyerahkan bantuan berupa bahan kebutuhan pokok untuk meringankan beban keluarga almarhum.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan Azhari terhadap masyarakat yang terdampak insiden Pulo Kenari.
Sebelumnya, Azhari Cage telah menyampaikan kecaman dan keprihatinan atas dugaan tindakan kekerasan yang melibatkan oknum aparat TNI terhadap warga sipil dalam peristiwa tersebut. Insiden itu dilaporkan mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan sejumlah warga lainnya mengalami luka-luka.
Azhari menilai peristiwa tersebut harus mendapat perhatian serius. Ia meminta agar seluruh rangkaian kejadian diusut secara menyeluruh, objektif, dan transparan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Menurut dia, pengungkapan fakta secara terbuka penting untuk memberikan kepastian hukum, menjawab keresahan masyarakat, serta memastikan hak-hak korban dan keluarga mendapatkan perhatian sebagaimana mestinya.
Melalui kunjungan tersebut, Azhari ingin memastikan bahwa para korban dan keluarga yang ditinggalkan tidak menghadapi musibah ini sendirian. Kepedulian dan dukungan terhadap mereka, menurutnya, harus terus diberikan di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi.








