JAKARTA, GENTAPOST.COM – Presiden Prabowo Subianto menunjuk Letnan Jenderal (Letjen) TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Staf Presiden (KSP). Penunjukan tersebut dilakukan untuk mengisi posisi yang sebelumnya dikaitkan dengan Listyo Sigit Prabowo, menyusul perkembangan kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden dan sejumlah tokoh nasional.
Kasus tersebut menjadi perhatian setelah muncul dugaan penyadapan terhadap Presiden, sejumlah menteri, pimpinan partai politik, tokoh masyarakat, hingga kalangan media. Namun, status hukum dan keterlibatan pihak-pihak yang disebutkan dalam perkara tersebut perlu mengacu pada keterangan resmi aparat penegak hukum.
Ariyo akan menjalankan tugas tambahan sebagai Plt Kepala KSP sekaligus tetap menjabat Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres). Penugasan ini menempatkannya pada posisi strategis dalam mendukung koordinasi dan pelaksanaan agenda pemerintahan di lingkungan Istana Kepresidenan.
Ariyo bukan sosok baru di lingkungan pemerintahan Prabowo. Ia telah dipercaya memimpin Sekretariat Presiden sejak 29 November 2024, menggantikan Heru Budi Hartono.
Ariyo Windutomo lahir pada 27 Januari 1974. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1996 dari kecabangan Infanteri.
Pendidikan militernya berlanjut melalui sejumlah jenjang pendidikan pengembangan karier. Ariyo juga pernah mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara (Seskoau) serta meraih gelar magister Manajemen Pertahanan dari Universitas Pertahanan Indonesia.
Ia merupakan putra dari almarhum Brigadir Jenderal TNI (Purn) Soemarno MS, mantan perwira tinggi TNI Angkatan Darat.
Sebelum dipercaya menduduki jabatan strategis di Istana, Ariyo telah melewati berbagai penugasan di lingkungan TNI AD.
Ia pernah menjabat Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0508/Depok pada 2011. Selain itu, ia juga pernah bertugas di Staf Teritorial Kodam XVII/Cenderawasih, Papua.
Kariernya kemudian berlanjut ke Kementerian Pertahanan (Kemhan). Pada periode 2021-2024, Ariyo menduduki sejumlah jabatan, mulai dari Analis Madya Biro Kepegawaian, Kepala Bagian Kepegawaian, hingga Kepala Biro Umum Sekretariat Jenderal Kemhan.
Saat itu, Kementerian Pertahanan dipimpin Prabowo Subianto. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan karier Ariyo sebelum akhirnya dipercaya mengemban tugas di lingkungan Istana Kepresidenan.
Jabatan Kepala Biro Umum Setjen Kemhan juga menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan karier militernya hingga menyandang pangkat Brigadir Jenderal TNI.
Pada 29 November 2024, Ariyo resmi menjabat Kepala Sekretariat Presiden dengan pangkat Mayor Jenderal TNI. Ia menggantikan Heru Budi Hartono yang sebelumnya memimpin lembaga tersebut.
Karier militernya terus berkembang hingga memperoleh kenaikan pangkat menjadi Letnan Jenderal TNI pada Maret 2026.
Kini, penunjukannya sebagai Plt Kepala KSP menambah tanggung jawab Ariyo dalam lingkup pemerintahan Presiden Prabowo.
Dengan pengalaman di lingkungan TNI, Kementerian Pertahanan, dan Sekretariat Presiden, Ariyo memiliki rekam jejak di bidang pemerintahan dan administrasi kepresidenan yang menjadi bekal dalam menjalankan tugas barunya.









