Jakarta | Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) mengecam keras pernyataan mantan Ketua MPR RI, Amien Rais, yang dinilai mengandung fitnah terhadap Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya.
Sebelumnya, publik dihebohkan dengan beredarnya video pernyataan Amien Rais di berbagai platform media sosial seperti TikTok dan Instagram. Dalam video tersebut, ia menyampaikan tuduhan yang menyerang pribadi Seskab Teddy Indra Wijaya dan meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti posisi tersebut.
Menanggapi hal itu, Dewan Pembina AMAN, Muhammad Fadli, menyampaikan kecaman keras dalam keterangan persnya, Sabtu (2/5/2026).
“Kami mengecam dan mengutuk keras pernyataan tersebut yang kami nilai sebagai fitnah dan penyebaran informasi tidak benar. Sebagai tokoh publik, seharusnya Amien Rais lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan,” ujar Fadli.
Ia menilai bahwa pernyataan tersebut berpotensi merusak reputasi seseorang dan memperkeruh suasana publik. Fadli juga menegaskan bahwa Indonesia sebagai negara demokrasi tetap menjunjung tinggi kebebasan berpendapat, namun harus disertai tanggung jawab.
Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto selama ini telah menunjukkan keterbukaan dengan melibatkan berbagai tokoh dan kalangan dalam proses pengambilan kebijakan, termasuk berdialog dengan jurnalis dan masyarakat.
Namun demikian, Fadli menekankan bahwa kritik seharusnya diarahkan pada kebijakan, bukan pada serangan personal. Ia juga meminta aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti pernyataan tersebut jika terbukti melanggar hukum.
“Pernyataan tersebut berpotensi melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), khususnya Pasal 27A jo Pasal 45 ayat (4), serta ketentuan dalam KUHP terkait pencemaran nama baik,” tambahnya.
Lebih lanjut, Fadli mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga stabilitas nasional di tengah dinamika global yang tidak menentu. Ia juga menyatakan dukungan terhadap kinerja Seskab Teddy Indra Wijaya yang dinilai telah bekerja maksimal dalam mendampingi Presiden.
“Jangan sampai masyarakat terpolarisasi oleh isu-isu provokatif. Mari kita fokus pada pembangunan dan menjaga persatuan,” tutupnya.








