Banda Aceh | Bencana alam hidrometeorologi yang melanda Provinsi Aceh sejak beberapa waktu terakhir telah berdampak luas. Hingga Senin (22/12/2025) pukul 16.00 WIB, tercatat lebih dari 2 juta jiwa terdampak di berbagai wilayah.
Berdasarkan laporan yang di himpun dari Posko Terpadu Penanggulangan Bencana Pemerintah Aceh, bencana tersebut meliputi 18 kabupaten/kota, 202 kecamatan, dan 3.527 gampong di seluruh Aceh.
Jumlah warga terdampak mencapai 540.259 kepala keluarga atau 2.016.634 jiwa. Dari jumlah tersebut, tercatat 4.939 orang mengalami luka ringan, 474 orang luka berat, 478 orang meninggal dunia, serta 32 orang dilaporkan hilang.
Selain korban jiwa, bencana juga memaksa puluhan ribu warga mengungsi. Data posko mencatat terdapat 2.174 titik pengungsian yang menampung 94.278 kepala keluarga atau sekitar 375.483 jiwa.
Kerusakan infrastruktur publik terjadi di berbagai sektor. Fasilitas umum yang terdampak meliputi 260 unit perkantoran, 631 tempat ibadah, 444 sekolah, 511 pondok pesantren, serta 191 unit rumah sakit dan puskesmas. Sementara itu, kerusakan jalan terjadi di 1.098 titik dan 492 jembatan dilaporkan rusak.
Kerugian material juga cukup besar. Sebanyak 121.972 rumah warga mengalami kerusakan. Di sektor ekonomi masyarakat, bencana menyebabkan 160.065 ekor ternak mati atau hilang, serta merusak 90.601 hektare sawah, 23.307 hektare kebun, dan 39.505 hektare tambak.
Dalam hal logistik, Posko Terpadu mencatat 1.464 ton bantuan logistik telah masuk, sementara 1.210 ton telah disalurkan ke wilayah terdampak. Saat ini, sisa stok logistik tercatat sekitar 80 ton.









