LHOKSEUMAWE – Rektor Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah (UIN SUNA) Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag., mengajak mahasiswa dan akademisi mengutamakan penelitian berbasis kearifan lokal atau local wisdom untuk memperkaya pengetahuan di tingkat internasional.
Pesan tersebut disampaikan Danial saat memberikan sambutan dalam International Seminar 2026 yang berlangsung di Aula Pascasarjana UIN SUNA Lhokseumawe, Senin (14/9/2026).
Seminar yang menghadirkan akademisi dan praktisi dari Indonesia serta Malaysia tersebut diikuti mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari strata satu (S1) hingga strata dua (S2).
Dalam sambutannya, Danial menyoroti relevansi teori global ketika akademisi menerapkannya untuk menyelesaikan persoalan masyarakat di tingkat lokal.
Menurutnya, setiap daerah memiliki karakteristik, pengalaman, dan pengetahuan tersendiri. Perbedaan tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan pendekatan penelitian maupun penyelesaian persoalan masyarakat.
“Riset local wisdom harus lebih diutamakan untuk dibagi pada dunia daripada teori yang sudah ada di dunia digunakan untuk memecahkan masalah di tingkat local, karena tidak semua teori yang ada bisa sesuai digunakan,” ujar Danial.
Danial menekankan perlunya mengangkat pengetahuan yang tumbuh dari masyarakat sebagai sumber kajian akademik. Pendekatan tersebut menempatkan pengalaman dan karakteristik daerah sebagai bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan.
Gagasan tersebut sejalan dengan tema seminar, yakni “Fostering Excellence in Academic Communication, Cross-Cultural Dialogue, and Collaborative Research to Advance Global Higher Education”.
Tema tersebut menempatkan komunikasi akademik, dialog lintas budaya, dan penelitian kolaboratif sebagai fokus pembahasan dalam pengembangan pendidikan tinggi.
Seminar menghadirkan Norazirawati Ahmad dan Farah Wahida Binti Othman dari Universiti Islam Selangor, Malaysia, serta Mohammad Sudirman bin Mohd Tahir, praktisi media sekaligus kandidat doktor Universiti Kebangsaan Malaysia.
Sufri Eka Bhakti, Ph.D., dari UIN SUNA turut menjadi narasumber dalam forum yang mempertemukan perspektif akademik kedua negara tersebut.
Kehadiran mahasiswa S1 dan S2 memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengikuti pembahasan mengenai komunikasi akademik, perbedaan budaya, dan kerja sama penelitian dari narasumber Indonesia serta Malaysia.
Melalui forum tersebut, mahasiswa memperoleh paparan mengenai pendekatan penelitian lintas negara sekaligus gagasan Rektor UIN SUNA untuk menjadikan persoalan dan pengetahuan lokal sebagai bahan kajian akademik.









