ACEH UTARA | Ribuan warga memadati Lapangan Landeng, Kecamatan Samudera, Jumat (11/9/2026) malam, untuk menghadiri malam kelima peringatan Milad Samudera Pasai ke-800 Tahun. Acara berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan seni budaya, syiar Islam, dan hiburan rakyat yang sarat nilai sejarah serta kearifan lokal.
Kemeriahan malam budaya tersebut turut dihadiri Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, SE., MM., yang akrab disapa Ayah Wa, bersama unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah kepala perangkat daerah.
Kehadiran Ayah Wa mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Sebelum naik ke panggung utama, Ayah Wa terlebih dahulu berkeliling meninjau stan pameran dan UMKM yang berada di kawasan kegiatan. Ia juga menyempatkan diri menyapa masyarakat dan berdialog dengan sejumlah pelaku usaha yang turut meramaikan perayaan Milad Samudera Pasai ke-800.
Di hadapan ribuan warga yang memadati arena acara, Ayah Wa mengajak masyarakat untuk terus menjaga warisan sejarah, budaya, dan nilai-nilai Islam yang telah diwariskan para pendahulu sejak masa kejayaan Kesultanan Samudera Pasai.
Selain menyampaikan pesan kebudayaan, Ayah Wa juga mengumumkan perkembangan penyaluran bantuan Jaminan Hidup (Jadup) bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh Utara.
Menurutnya, bantuan tersebut direncanakan mulai disalurkan pada Senin mendatang melalui Kantor Pos yang telah ditunjuk pemerintah.
“Insya Allah penyaluran Jadup akan dimulai pekan depan. Prosesnya dilakukan secara bertahap agar berjalan tertib, tepat sasaran, dan seluruh masyarakat penerima dapat terlayani dengan baik,” kata Ayah Wa.
Ia menjelaskan, setiap Kantor Pos akan melayani satu gampong dalam satu hari sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Mengingat jumlah penerima yang cukup besar di sejumlah kecamatan terdampak, proses penyaluran diperkirakan berlangsung selama beberapa bulan hingga seluruh masyarakat menerima haknya.
Ayah Wa juga mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan mengikuti mekanisme penyaluran yang telah disusun pemerintah bersama pihak terkait.
Sementara itu, panggung Milad Samudera Pasai ke-800 juga menampilkan berbagai atraksi budaya Aceh, seperti Seudati, Top Daboh yang diiringi Rapa’i Kale, Rapa’i Debus, Saman Ayun Aneuk, hingga pertunjukan dari sejumlah sanggar seni budaya.
Suasana semakin semarak dengan penampilan para seniman dan pelawak Aceh, di antaranya Abdul Hadi atau Bang Joni Umpang Breuh, Kuya Ali, Apa Lahu, Cek Nasrol, dan Geuchik Mansur yang berhasil menghibur masyarakat hingga larut malam.
Tak hanya itu, generasi muda juga mendapat ruang untuk menunjukkan kemampuan mereka. Salah seorang pelajar SMP Swasta Al Fathani tampil memukau saat menyampaikan pidato berbahasa Arab dengan lancar dan penuh percaya diri, yang mendapat apresiasi dari para pengunjung.
Antusiasme masyarakat yang terus memadati lokasi kegiatan hingga malam hari menunjukkan tingginya kecintaan warga terhadap sejarah dan budaya daerah. []









