BANDA ACEH | Partai Nanggroe Aceh (PNA) memasuki babak baru setelah Kongres II menetapkan Sahbahul Munir alias Rahul sebagai pimpinan partai untuk periode 2026-2031.
Keputusan tersebut diambil dalam forum kongres yang berlangsung di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Minggu (9/8/2026).
Rahul terpilih setelah tidak muncul kandidat lain dalam proses pencalonan. Dengan kondisi tersebut, forum kongres menetapkan dirinya sebagai Ketua Umum PNA untuk periode lima tahun mendatang.
Ketua Panitia Kongres II PNA, Tgk Nurdin Ramli, menyebut kepemimpinan baru diharapkan mampu membawa partai keluar dari berbagai persoalan internal yang sebelumnya sempat memengaruhi soliditas organisasi.
Menurut dia, penyelenggaraan kongres juga menjadi bagian dari amanah yang sebelumnya diberikan oleh Irwandi Yusuf selaku ketua umum sebelumnya.
Pasca-pergantian kepemimpinan, konsolidasi kader menjadi salah satu pekerjaan penting yang harus dilakukan PNA. Nurdin berharap perbedaan yang sempat muncul di internal partai dapat diselesaikan dan seluruh elemen kembali berada dalam satu barisan.
PNA juga membuka peluang bagi mantan kader atau anggota yang selama ini memilih bergabung dengan partai politik lain untuk kembali ke partai tersebut.
Selain agenda kepemimpinan, forum kongres turut membicarakan keberlanjutan identitas PNA.
Salah satu persoalan yang dibahas adalah rencana pengajuan nama baru menyusul kondisi PNA yang tidak memenuhi ambang batas suara atau electoral threshold pada pemilu sebelumnya.
Peserta kongres menghasilkan tiga pilihan nama yang akan diajukan kepada Kementerian Hukum. Ketiganya yakni Partai Nasionalis Aceh, Partai Nusantara Aceh, serta Partai Naungan Aceh.
Namun, perubahan tersebut belum bersifat final. PNA masih harus menunggu proses dan keputusan dari Kementerian Hukum sebagai lembaga yang memiliki kewenangan dalam penetapan perubahan nama partai.
Pembahasan mengenai identitas partai turut menyentuh atribut organisasi.
Kongres menyetujui rancangan pembaruan pada bendera PNA. Jika sebelumnya menggunakan warna jingga secara dominan dengan simbol bulan bintang, rancangan berikutnya akan memiliki tambahan bidang atau garis putih yang mengelilingi bagian tepi.
Penyesuaian atribut tersebut disebut dilakukan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku.
Dengan selesainya Kongres II, PNA kini memiliki kepemimpinan baru sekaligus sejumlah agenda perubahan organisasi yang masih harus ditindaklanjuti, termasuk konsolidasi kader dan proses pengajuan identitas partai kepada pemerintah.









