JAKARTA – PT Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) sedang gencar melaksanakan proyek revitalisasi industri pupuk nasional. Direktur Operasi PIHC, Dwi Satriyo Annurogo, mengungkapkan bahwa terdapat 7 proyek pembangunan pabrik baru yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan total nilai investasi mencapai Rp77 triliun.
Proyek ini merupakan komitmen perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksi serta mendukung penyempurnaan tata kelola pupuk bersubsidi nasional.
Daftar 7 Proyek Strategis Pupuk Indonesia
Berikut adalah rincian proyek, lokasi, dan target operasional (Commercial Operation Date/COD):
1. Pabrik Ammonia-Urea PUSRI-3B
- Lokasi: Palembang
- Target COD: Kuartal I-2027
Kapasitas: 445.500 ton Amonia dan 907.500 ton Urea per tahun.
2. Pabrik NPK Nitrat
- Lokasi: Cikampek
- Target COD: Kuartal II-2027
Kapasitas: 100.000 ton NPK basis Nitrat per tahun.
3. Pabrik NPK
- Lokasi: Phonska VI-Gresik
- Target COD: 2028
Kapasitas: 600.000 ton NPK per tahun.
4. Pabrik Soda Ash
- Lokasi: Bontang
- Target COD: 2028
Kapasitas: 300.000 ton Soda Ash dan 300.000 ton Amonium Klorida per tahun.
5. Pabrik Ammonia-Urea
- Lokasi: PIM-III, Lhokseumawe
- Target COD: 2029
Kapasitas: 1,115 juta ton Urea dan 825.000 ton Amonia per tahun.
6. Pabrik Ammonia-Urea
- Lokasi: Fakfak, Papua
- Target COD: 2030
Kapasitas: 1,15 juta ton Urea dan 825.000 ton Amonia per tahun.
7. Revamp Ammonia
- Lokasi: Kaltim-2
- Target COD: 2026
Kapasitas: 660.000 ton Amonia per tahun (untuk peningkatan efisiensi).
Selain membangun pabrik baru, PIHC juga mengambil langkah tegas terhadap infrastruktur yang sudah tidak produktif. Dwi menyebutkan bahwa pihaknya menghentikan operasi satu pabrik di Palembang karena usia yang sudah tua dan tidak efisien lagi.
Dwi optimis bahwa mayoritas dari proyek ini akan selesai pada tahun 2029 untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.









