BANDA ACEH — PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA kembali menorehkan kinerja positif melalui penyerahan dividen dari laba bersih Tahun Buku 2025 kepada Pemerintah Aceh sebesar Rp28.762.513.255. Angka ini menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di mana pada tahun buku 2024 dividen yang disetorkan mencapai Rp26.706.831.364 dan tahun buku 2023 sebesar Rp26.685.405.472.
Penyerahan dividen tersebut dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, bertempat di Ruang Kerja Gubernur Aceh, Kamis (23/7). Acara ini turut disaksikan oleh jajaran direksi PT PEMA serta sejumlah pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Aceh.
Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, menjelaskan bahwa peningkatan dividen ini merupakan buah dari pembenahan bertahap yang berfokus pada penguatan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) serta pengembangan berbagai lini bisnis secara profesional.
“Penyerahan dividen ini merupakan wujud komitmen kami untuk terus memberikan kontribusi kepada Aceh, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) setiap tahunnya. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja, memperluas jangkauan bisnis, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Aceh,” ujar Mawardi.
Lebih lanjut, ia merinci bahwa perolehan laba pada Tahun Buku 2025 ditopang oleh sejumlah unit usaha strategis perusahaan. Unit-unit tersebut meliputi pengelolaan Wilayah Kerja Blok B melalui anak perusahaan PT Pema Global Energi (PGE), pengelolaan Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, perdagangan sulfur, ekspor Kopi Arabika Gayo, hingga perdagangan hasil perikanan.
Sementara itu, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian PT PEMA. Menurutnya, BUMD tersebut kini mampu bertumbuh dan mandiri melalui kekuatan bisnisnya sendiri tanpa bergantung pada anggaran pemerintah daerah.
“Ini menjadi bukti bahwa Badan Usaha Milik Aceh (BUMA) dapat dikelola secara profesional dengan tata kelola yang semakin baik. Saya mengapresiasi semangat anak-anak muda Aceh yang dipercaya mengelola PT PEMA. Saya yakin kontribusi PT PEMA terhadap Pendapatan Asli Aceh akan terus meningkat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi pembangunan daerah,” ungkap Muzakir Manaf.
Memasuki tahun 2026, PT PEMA telah mematok target ambisius untuk mendongkrak pendapatan melalui optimalisasi bisnis yang sudah ada, seperti peningkatan harga jual gas PT PGE, optimalisasi nilai jual sulfur, serta perluasan ekspor komoditas unggulan ke pasar internasional.
Selain itu, perusahaan juga mulai merambah sejumlah sektor strategis baru guna memperkuat portofolio bisnisnya, di antaranya sektor telekomunikasi, pembangunan fasilitas cold storage, pengembangan kawasan industri baru, serta berbagai peluang investasi bernilai ekonomi tinggi lainnya bagi Aceh.









