Jakarta – PT Perta Arun Gas (PAG), yang merupakan bagian dari PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) atau Subholding Gas Pertamina, sukses membawa Indonesia meraih peringkat pertama sebagai Pasar Pemuatan Re-Ekspor LNG Terbesar (Largest Re-Export Loading Market LNG) di dunia.
Prestasi membanggakan ini tercatat secara resmi dalam laporan tahunan International Gas Union (IGU) World LNG Report 2026 yang dirilis pada awal Juli 2026. Berdasarkan laporan tersebut, Indonesia menduduki peringkat pertama dunia dengan volume pemuatan LNG mencapai 0,85 juta ton atau menguasai market share global sebesar 17,3%, di mana kontribusi terbesar disumbangkan oleh Terminal Arun yang dioperasikan oleh PAG.
President Director PAG, Yan Syukharial, mengungkapkan bahwa pencapaian ini diraih seiring dengan fokus perusahaan yang menjadikan bisnis LNG Hub sebagai salah satu tulang punggung utama perusahaan.
Terminal Arun berstatus Pusat Logistik Berikat (PLB) LNG yang pertama dan satu-satunya di Indonesia serta telah tumbuh menjadi pusat LNG Hub baru di wilayah Asia, ujar Yan dalam keterangan resminya, Jumat (24/7/2026).
Sebelumnya pada Agustus 2022, lembaga riset energi internasional IHS Markit juga pernah menobatkan PAG sebagai terminal reloading LNG teraktif di dunia. Konsistensi dalam mengutamakan budaya Health, Safety, Security & Environment (HSSE) serta keandalan operasional kilang menjadi pilar penting di balik pencapaian tersebut.
Berlokasi secara strategis di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe, Aceh, Terminal Arun sangat diuntungkan dalam hal kemudahan penerimaan dan penyaluran pasokan LNG secara global, serta letaknya yang dekat dengan pasar potensial di Asia Tenggara dan Asia Selatan.
Sepanjang tahun 2025, PAG mencatatkan kinerja operasional yang solid dengan 49 kegiatan, yang terdiri dari:
- 27 kegiatan unloading (bongkar muatan) dengan realisasi mencapai 1.499.085,17 m3 (34.806.990 MMBTU).
- 11 kegiatan reloading dengan volume 1.162.429,49 m3 (27.016.005 MMBTU).
- 11 kegiatan Gassing Up & Cooling Down (GUCD) dengan volume 176.847,75 m3 (4.107.643 MMBTU).
Dari sisi finansial, perusahaan yang baru menginjak usia 13 tahun ini berhasil membukukan pendapatan sebesar US$ 105 juta serta laba bersih sebesar US$ 25,1 juta sepanjang tahun 2025.
Ke depan, di bawah naungan Subholding Gas Pertamina, PAG berkomitmen untuk terus meningkatkan keandalan kilang dan operasional yang berlandaskan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Kita juga akan barengi dengan inovasi yang berkelanjutan dalam mendukung ketahanan energi nasional, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di pasar LNG global, tutup Yan.









