Banda Aceh – PT Sucofindo (Persero) terus menancapkan kukunya di industri Testing, Inspection, and Certification (TIC) nasional. Langkah terbaru, perusahaan pelat merah ini resmi membuka kantor pemasaran baru di Kota Banda Aceh guna memperluas jangkauan pasar dan mendekatkan diri dengan para pelaku usaha di Bumi Serambi Mekah.
Kantor pemasaran anyar tersebut berada di Jl. Dr. Mr. Mohd Hasan No.8, Batoh, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh. Kehadiran infrastruktur baru ini diharapkan mampu mempermudah penetrasi layanan Sucofindo di wilayah ujung barat Indonesia tersebut.
Direktur Utama PT Sucofindo (Persero), Sandry Pasambuna, mengungkapkan optimismenya terhadap ekspansi ini. Ia membidik kantor pemasaran baru tersebut sebagai salah satu motor penggerak ekonomi (growth engine) regional, khususnya untuk wilayah Sumatera.
“Kami berharap kehadiran kantor ini mampu memberikan dampak positif, baik bagi klien, masyarakat luas, hingga pelaku UMKM. Tujuannya agar dunia usaha di Aceh bisa semakin kompetitif dan memiliki daya saing yang kokoh,” ujar Sandry dalam keterangan resminya.
Senada dengan hal itu, Direktur Komersial PT Sucofindo (Persero), Agus Permadi, menilai Aceh menyimpan segudang potensi ekonomi tersembunyi yang sangat menjanjikan di sektor-sektor produktif. Mulai dari industri minyak dan gas (migas), energi terbarukan, infrastruktur, pertambangan, hingga sektor perdagangan yang terus menggeliat.
“Sucofindo memposisikan diri tidak sekadar sebagai penyedia jasa uji atau sertifikasi, melainkan mitra strategis. Kami berkomitmen mengawal pelaku usaha lokal agar bisa menembus standar pasar global,” kata Agus.
Tak hanya membidik korporasi besar, Sucofindo juga tancap gas dalam mendukung ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat. Sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH), Sucofindo langsung membagikan sertifikat halal kepada sejumlah pelaku UMKM di Aceh bertepatan dengan momentum peresmian kantor baru tersebut.
Langkah strategis ini mendapat respons positif dari Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal. Menurutnya, percepatan sertifikasi halal merupakan hal yang sangat krusial di Aceh, mengingat daerah tersebut menerapkan Syariat Islam dan Qanun Jaminan Produk Halal.
“Kami tidak melihat Sucofindo sebagai lembaga penguji biasa, tapi sebagai mitra strategis daerah. Kehadiran mereka sangat membantu dalam mendampingi pelaku usaha lokal meningkatkan kualitas produk, sehingga kepercayaan pasar dan daya saing mereka ikut terdongkrak,” tutur Illiza.
Sementara itu, Komisaris Independen PT Sucofindo (Persero), Zainal Abidin, menyampaikan komitmen korporasi untuk terus meratakan layanan dari Sabang sampai Merauke. “Pembukaan jaringan di Aceh ini adalah bagian dari peta jalan strategis kami dalam mempererat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan di daerah,” pungkasnya.









