Gentapost.com | Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh tekanan ini, manusia sering kali sibuk mencari solusi ke mana-mana. Kita mengetuk banyak pintu, berharap ada yang terbuka. Kita menghubungi banyak orang, berharap ada yang membantu. Namun ironisnya, kita kerap lupa mengetuk pintu yang paling dekat dan paling pasti terbuka: pintu langit.
Sujud bukan sekadar gerakan dalam salat. Ia adalah simbol ketundukan total seorang hamba di hadapan Tuhannya. Dalam posisi paling rendah itulah, justru derajat manusia diangkat setinggi-tingginya. Dalam sujud, ego runtuh, kesombongan luruh, dan harapan tumbuh.
Rasulullah SAW bersabda bahwa keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia bersujud. Karena itu, perbanyaklah doa saat sujud. Pesan ini bukan sekadar anjuran, melainkan petunjuk hidup. Artinya, ketika hidup terasa sempit, ketika rezeki terasa seret, ketika masalah datang bertubi-tubi, mungkin bukan usaha kita yang kurang mungkin sujud kita yang kurang lama.
Banyak orang ingin doanya cepat terkabul, tetapi lupa memperpanjang sujudnya. Kita ingin hasil instan, padahal doa adalah tentang proses keyakinan. Sujud mengajarkan kesabaran. Dalam sujud, kita belajar bahwa tidak semua doa dikabulkan sesuai waktu kita, tetapi selalu sesuai waktu terbaik menurut-Nya.
Bulan Ramadan, misalnya, adalah momen terbaik untuk memperbanyak sujud. Di sepertiga malam, ketika sebagian manusia terlelap, ada jiwa-jiwa yang memilih bangun dan bersujud. Mereka menangis tanpa saksi, mengadu tanpa publikasi, berharap tanpa putus asa. Dan sering kali, dari sujud-sujud sunyi itulah lahir keajaiban yang tak terduga.
Perbanyak sujud bukan berarti berhenti berusaha. Justru sujud adalah energi bagi usaha. Ia menenangkan hati sebelum mengambil keputusan. Ia menguatkan jiwa sebelum menghadapi ujian. Ia mengingatkan bahwa di balik segala keterbatasan manusia, ada kuasa Allah yang tak terbatas.
Sujud juga melatih kita untuk rendah hati ketika doa telah terwujud. Sebab siapa pun yang sering bersujud akan sadar bahwa keberhasilan bukan semata hasil kerja kerasnya, melainkan karunia dari Yang Maha Kuasa.
Mungkin hari ini doa-doa kita belum terlihat nyata. Mungkin air mata masih lebih banyak daripada tawa. Namun jangan berhenti bersujud. Karena setiap sujud yang tulus tidak pernah sia-sia. Ia dicatat. Ia didengar. Ia dijawab dengan cara yang kadang tak kita sangka.
Maka, jika hidup terasa berat, jangan hanya mengeluh. Jika harapan terasa jauh, jangan hanya mengelus dada. Turunkan dirimu dalam sujud. Panjangkan doamu. Dekatkan hatimu.
Perbanyak sujud, sampai semua doa-doamu terwujud.









