Jakarta – Operasi pencarian korban kapal pompong KM Gading 2 yang tenggelam di Perairan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kabupaten Siak, resmi dihentikan. Pencarian yang telah berlangsung selama tujuh hari ini ditutup setelah tim gabungan tidak menemukan perkembangan baru.
Operasi SAR yang berakhir pada Senin (13/7/2026) ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI AL, TNI AD (Yon TP 851 BBC), Babinsa, Polairud, hingga KSOP. Selain itu, dukungan juga diberikan oleh PT Sucofindo, PT KIMI, APDI, tim penyelam PT KIMI, hingga masyarakat setempat.
Hingga pencarian berakhir, data korban tidak mengalami perubahan. Tiga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, tiga korban lainnya berhasil diselamatkan, sementara satu korban atas nama Febrizal, yang merupakan karyawan PT Sucofindo, masih dinyatakan hilang.
Setelah menggelar debriefing bersama keluarga korban pada pukul 18.10 WIB, seluruh unsur yang terlibat sepakat untuk menutup operasi pencarian sesuai prosedur yang berlaku. Meski operasi resmi ditutup, penanganan selanjutnya kini beralih ke tahap pemantauan.
Tim SAR Gabungan pun menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban karena belum berhasil mengevakuasi seluruh korban.

Keluarga besar PT Sucofindo menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa rekan mereka, Febrizal. Perusahaan menyampaikan bahwa dedikasi Febrizal selama bertugas akan selalu dikenang.
“Dedikasi dan pengabdiannya dalam menjalankan tugas akan senantiasa menjadi bagian dari perjalanan Sucofindo,” tulis pihak perusahaan pada, Selasa 14 Juli 2026.
Pihak perusahaan juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Tim SAR Gabungan atas kerja keras tanpa lelah selama proses pencarian. Saat ini, jajaran komisaris, direksi, dan karyawan PT Sucofindo terus memanjatkan doa bagi keluarga Febrizal agar diberikan ketabahan.
“Di tengah duka ini, doa dan simpati kami menyertai keluarga. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan ketabahan,” pungkas pernyataan tersebut.









