Makassar – Kasus penyanderaan terhadap awak kapal tanker MT Honour oleh kelompok perompak Somalia sudah memasuki bulan ketiga. Kapten kapal asal Sulawesi Selatan (Sulsel), Ashari Samadikun (33), bersama rekan-rekan (dkk) dikabarkan masih belum mendapatkan kepastian pembebasan.
Keluarga korban pun diliputi kecemasan mendalam lantaran terputusnya komunikasi. Di lansir dari detiksulsel, Ayah Ashari, Syamsuddin Dg Ngawing, mengaku sudah tidak pernah lagi menerima kabar apa pun dari sang anak dalam sebulan terakhir.
“Belakangan ini sudah hampir satu bulan kami benar-benar tidak menerima kabar apa pun, sehingga kami tidak mengetahui bagaimana kondisi mereka maupun sejauh mana perkembangan penanganan kasus ini,” ujar Syamsuddin.
Pihak keluarga juga mendapat kabar bahwa para korban kini sudah tidak berada di atas kapal menyusul tidak adanya akses komunikasi. Menghadapi situasi pelik ini, keluarga berharap penuh agar pemerintah dapat memberikan informasi pasti terkait nasib anak mereka serta awak kapal lainnya.
Sebagai informasi, pembajakan tersebut terjadi pada 22 April lalu di perairan sekitar Hafun, Somalia. Sebanyak 4 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Kapal MT Honour meliputi: Ashari Samadikun selaku kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Adi Faizal selaku Second Officer asal Kabupaten Bulukumba, Wahudinanto selaku Chief Officer asal Pemalang, Fiki Mutakin asal Bogor.









