SIAK, RIAU – Memasuki hari keenam pasca-insiden tragis di Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), upaya pencarian terhadap Febrizal (30), seorang surveyor dari PT Sucofindo, masih terus dilakukan secara intensif. Febri adalah satu-satunya korban yang hingga kini belum ditemukan setelah kapal pompong KM Gading 2 tenggelam akibat terseret arus dan tertabrak kapal tongkang pada Selasa (7/7/2026).
Insiden bermula saat KM Gading 2 sedang menjalankan tugas rutin pemeriksaan draft survey pada kapal MV HIMALA. Di tengah kegiatan tersebut, arus kuat di perairan Selat Siak menyeret kapal pompong tersebut hingga terbawa ke bawah lambung kapal tongkang TK Indo Sukses 130 yang sedang bersandar. Akibat terhimpit dan kuatnya arus, KM Gading 2 kehilangan stabilitas, terbalik, dan tenggelam seketika.
Dari total tujuh orang yang berada di atas kapal, tiga orang berhasil selamat, tiga orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan satu orang Febrizal masih dinyatakan hilang.
Tiga korban meninggal dunia yang telah berhasil dievakuasi sebelumnya adalah Ilham Syaputra Siregar (Surveyor PT Carsurin), Aditya Waskita (Petugas Bea Cukai Pekanbaru), dan Desmon Nataldo (PT KIMI). Ketiganya telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman setelah dilakukan proses identifikasi.
Sementara itu, tiga korban selamat, yakni nahkoda KM Gading 2 Aprizal, agen PT Segara Mitra Abadi Hamdy, dan Chief Officer MV Himala Lewie Marvie Yuson, kini masih menjalani pendampingan pemulihan fisik sekaligus memberikan keterangan kepada pihak berwenang guna kepentingan penyelidikan lebih dalam terkait standar keselamatan pelayaran di area tersebut.
Kepala BPBD Kabupaten Siak, Novendra Kasmara, menegaskan bahwa pencarian hari keenam ini dilakukan secara masif dengan melibatkan 16 armada gabungan. Sinergi ini melibatkan BASARNAS sebagai koordinator, Polairud Polres Siak, TNI AL Tanjung Buton, KSOP Pakning, serta BPBD.
“Sesuai evaluasi luasnya medan perairan, mulai pukul 07.30 WIB, seluruh unsur gabungan bergerak menyisir titik-titik yang diprediksi menjadi lokasi hanyutnya korban,” ujar Novendra yang di kutip dari riauterkini.com Kamis (9/7/2026).
Ia juga mengapresiasi keterlibatan pihak swasta yang turut memperkuat armada pencarian. PT KIMI diketahui mengerahkan 7 unit pompong nelayan, sementara PT Sucofindo menambah 3 unit pompong.
“Kendala utama di lapangan saat ini adalah arus bawah laut yang sangat kuat dan berubah-ubah. Namun, dengan tambahan armada lokal, jangkauan search area kita hari ini menjadi jauh lebih luas,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh tim SAR gabungan masih bersiaga penuh di lokasi, menantang arus Selat Siak demi membawa pulang korban terakhir yang tersisa.









