ACEH UTARA | Polemik terkait dugaan pungutan liar (pungli) berkedok biaya administrasi dan meterai sebesar Rp250 ribu dalam distribusi sepeda motor operasional Tgk. Imum Gampong di Kecamatan Samudera akhirnya menemui titik terang. Ketua Forum Geuchik angkat bicara dan memberikan klarifikasi tegas mengenai penggunaan dana tersebut.
Sebelumnya, pengadaan 852 unit sepeda motor operasional bagi para Tgk. Imum Gampong ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Utara senilai Rp17 miliar. Dinas Syariat Islam selaku instansi teknis juga telah menegaskan bahwa proses administratif hingga penyerahan kendaraan tersebut murni bebas biaya.
Menanggapi isu miring yang sempat beredar di tengah masyarakat, Ketua Forum Geuchik, M Yusuf S atau yang di sapa Ayah Sop, memberikan klarifikasi untuk meluruskan kesalahpahaman tersebut. Ia menyampaikan bahwa uang sebesar Rp250 ribu pergampong dikumpulkan untuk keperluan meterai serta administrasi lainnya.
“Uang tersebut memang benar kami kumpulkan dari para geuchik sebesar Rp250 ribu sesuai dengan kesepakatan bersama para geuchik se-Kecamatan Samudera. Hal ini digunakan untuk biaya meterai dan administrasi kantor lainnya,” ujar Ayah Sop Ketua Forum Geuchik saat memberikan penjelasan pada Minggu malam, 26 Juli 2026, di Hero Kupi Platinum.

Dengan adanya klarifikasi terbuka ini, diharapkan masyarakat maupun pihak terkait dapat memahami duduk perkara yang sebenarnya, sehingga tidak terjadi lagi kesalahpahaman di kemudian hari terkait penyaluran aset daerah tersebut.
Selain itu, Ayah Sop juga mengakui sempat menerima sejumlah pertanyaan dari wartawan. Namun, ia tidak sempat membalas pesan tersebut karena sedang berada dalam perjalanan. Selang beberapa menit kemudian, ia mencoba menelepon balik, tetapi panggilan tersebut di angkat cuma dimatikan.
“Saya sudah menelepon kembali, tetapi di matikan. Kalau lewat WhatsApp memang saya tidak sempat membalas karena sedang dalam perjalanan,” pungkasnya.








