Genta Post
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Artikel
No Result
View All Result
Subscribe
Genta Post
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Artikel
No Result
View All Result
Genta Post
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Opini
Ketika Soeharto Jatuh dan Gerbang Konflik Aceh Terbuka dalam Ingatan Masa Kecil

Ketika Soeharto Jatuh dan Gerbang Konflik Aceh Terbuka dalam Ingatan Masa Kecil

Redaksi by Redaksi
22 Mei 2026
in News
0
A A
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta | Soeharto Jatuh, Aceh Beruba Catatan Tak terasa sudah 28 tahun berlalu sejak tanggal 21 Mei 1998, hari ketika Soeharto menyatakan berhenti sebagai Presiden Republik Indonesia. Saat itu saya masih duduk di bangku kelas 3 SMP, usia yang masih sangat muda untuk memahami rumitnya persoalan politik nasional. Namun sejak kecil saya memang memiliki ketertarikan mengikuti berita dan perkembangan politik yang muncul di televisi maupun radio.

 

Kebetulan ketika itu rumah saya sudah memiliki televisi, walaupun di kampung belum banyak keluarga yang memilikinya seperti hari ini. Karena itu, setiap ada berita besar, masyarakat sekitar sering berkumpul dan menonton bersama di rumah kami. Dan ketika kabar pengunduran diri Soeharto disiarkan di televisi, saya masih mengingat bagaimana masyarakat menyaksikannya secara beramai-ramai dengan penuh rasa penasaran dan berbagai komentar.

Konten Terkait

Ngeri! Sumur Bor di Aceh Utara Semburkan Lumpur-Api setinggi 100 Meter, 80 Jiwa Pengungsi

Ngeri! Sumur Bor di Aceh Utara Semburkan Lumpur-Api setinggi 100 Meter, 80 Jiwa Pengungsi

22 Mei 2026
SRMP 33 Tampil Tajam, Sapu Bersih Tiga SMP dan Jadi Raja Blang Mangat

SRMP 33 Tampil Tajam, Sapu Bersih Tiga SMP dan Jadi Raja Blang Mangat

21 Mei 2026
Bupati Aceh Utara Dorong Penguatan Mutu Penghafal Al-Qur’an di Lingkungan Dayah

Bupati Aceh Utara Dorong Penguatan Mutu Penghafal Al-Qur’an di Lingkungan Dayah

21 Mei 2026
RS Arun Lhokseumawe Tunjuk Aktivis Literasi Rahmadi M. Ali sebagai Humas Baru

RS Arun Lhokseumawe Tunjuk Aktivis Literasi Rahmadi M. Ali sebagai Humas Baru

21 Mei 2026

 

Bagi saya yang hidup di Gampong, televisi saat itu bukan sekadar hiburan, tetapi juga jendela untuk melihat bagaimana negara sedang berubah. Saya masih ingat suasana tegang yang terasa di layar kaca. Demonstrasi mahasiswa terjadi di mana-mana, elite politik saling berbicara di televisi, dan bangsa ini seperti sedang memasuki babak baru yang belum diketahui ujungnya.

 

Di sekolah, yaitu SMP Negeri 2 Tanah Jambo Aye, kami juga mulai banyak mendiskusikan persoalan politik. Walaupun kami hanya anak-anak SMP di daerah, diskusi tentang Soeharto dan Reformasi berlangsung sangat serius di antara sesama kawan sekolah. Kami membicarakan banyak hal dengan cara pandang anak muda yang sedang tumbuh rasa ingin tahunya terhadap politik dan keadaan negara.

 

Di saat yang hampir bersamaan, situasi Aceh juga mulai berubah. Benih-benih konflik perlahan mulai terasa di lingkungan masyarakat. Gerakan-gerakan anak sekolah mulai muncul, baik dari SMP maupun SMA, yang ikut melakukan aksi ke Kota Panton Labu. Ketika itu suasana benar-benar berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Politik tidak lagi terasa jauh dari kehidupan kami sebagai pelajar.

 

Saya masih mengingat bagaimana ketika aksi-aksi berlangsung di Kota Panton Labu, sasaran kemarahan massa waktu itu banyak diarahkan kepada toko-toko yang dianggap bukan milik orang Aceh. Sebagai anak muda, saya juga sempat mengikuti arus suasana yang sedang berkembang ketika itu. Namun ada satu momentum yang masih saya ingat hingga hari ini, ketika almarhum Abi guru mengaji menyampaikan bahwa kami tidak boleh ikut turun ke kota. Karena nasihat itulah saya tidak pergi ke Panton Labu pada saat aksi tersebut berlangsung.

 

Tetapi dalam momentum-momentum berikutnya, saya mulai ikut terlibat dalam berbagai aktivitas yang lebih bernuansa politik. Saat itu saya belum benar-benar memahami arah perjuangan maupun akar persoalan yang sedang terjadi di Aceh. Namun seperti banyak anak muda lainnya pada masa itu, saya tumbuh di tengah situasi ketika emosi, identitas, dan semangat perlawanan bercampur menjadi satu.

 

Padahal sebelumnya saya termasuk anak yang begitu mengagumi Soeharto. Di mata kami ketika itu, beliau adalah “Bapak Pembangunan”. Kami tumbuh dalam pendidikan yang sangat menekankan kedisiplinan, sopan santun, dan pentingnya kehidupan bernegara. Penataran P4 menjadi bagian penting dalam kehidupan sekolah kami. Dari sana kami belajar tentang tata krama, persatuan, dan penghormatan terhadap negara. Bahkan nama-nama menteri kabinet ketika itu pun banyak yang kami hafal.

Namun konflik Aceh perlahan mengubah semuanya. Ideologi negara yang sebelumnya begitu kuat tertanam mulai tergantikan oleh narasi baru tentang Aceh Merdeka. Dan di usia yang masih sangat muda, tanpa benar-benar memahami sejarah secara utuh, yang tertanam dalam jiwa kami hanyalah rasa permusuhan sesama anak bangsa.

Hari ini saya memahami bahwa sejarah tidak pernah sesederhana hitam dan putih. Ada luka daerah yang harus dipahami, ada kekuasaan yang harus dikritik, tetapi juga ada pelajaran besar tentang bagaimana sebuah bangsa membutuhkan stabilitas, arah, dan kewibawaan kepemimpinan.

Generasi kami adalah generasi yang menyaksikan jatuhnya seorang presiden di televisi, lalu melihat konflik tumbuh perlahan di kampung sendiri. Dan mungkin karena itulah, kenangan tentang masa itu tidak pernah benar-benar hilang dari ingatan kami.

ShareTweetPin
Previous Post

SRMP 33 Tampil Tajam, Sapu Bersih Tiga SMP dan Jadi Raja Blang Mangat

Next Post

Ngeri! Sumur Bor di Aceh Utara Semburkan Lumpur-Api setinggi 100 Meter, 80 Jiwa Pengungsi

Konten Terkait

Ngeri! Sumur Bor di Aceh Utara Semburkan Lumpur-Api setinggi 100 Meter, 80 Jiwa Pengungsi
News

Ngeri! Sumur Bor di Aceh Utara Semburkan Lumpur-Api setinggi 100 Meter, 80 Jiwa Pengungsi

22 Mei 2026

Aceh Utara | Warga Gampong Blang Reubek, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, dihebohkan dengan...

SRMP 33 Tampil Tajam, Sapu Bersih Tiga SMP dan Jadi Raja Blang Mangat
News

SRMP 33 Tampil Tajam, Sapu Bersih Tiga SMP dan Jadi Raja Blang Mangat

21 Mei 2026

Lhokseumawe GentaPost – SRMP 33 Lhokseumawe tampil luar biasa dalam ajang seleksi pemain sepak...

Bupati Aceh Utara Dorong Penguatan Mutu Penghafal Al-Qur’an di Lingkungan Dayah
News

Bupati Aceh Utara Dorong Penguatan Mutu Penghafal Al-Qur’an di Lingkungan Dayah

21 Mei 2026

ACEH UTARA | Pemerintah Kabupaten Aceh Utara secara resmi membuka Pelatihan Metodologi Tahfidz bagi...

RS Arun Lhokseumawe Tunjuk Aktivis Literasi Rahmadi M. Ali sebagai Humas Baru
News

RS Arun Lhokseumawe Tunjuk Aktivis Literasi Rahmadi M. Ali sebagai Humas Baru

21 Mei 2026

LHOKSEUMAWE | Rumah Sakit (RS) Arun Lhokseumawe resmi menunjuk Rahmadi M. Ali sebagai Kepala...

Next Post
Ngeri! Sumur Bor di Aceh Utara Semburkan Lumpur-Api setinggi 100 Meter, 80 Jiwa Pengungsi

Ngeri! Sumur Bor di Aceh Utara Semburkan Lumpur-Api setinggi 100 Meter, 80 Jiwa Pengungsi

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 PT. Genta Intermedia Global - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Opini

© 2025 PT. Genta Intermedia Global - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.