ACEH TAMIANG | Upaya pemulihan pascalongsor di Kabupaten Aceh Tamiang mendapat perhatian langsung dari Wali Nanggroe Melalui Katibul Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Abdullah Hasbullah, S.Ag., M.S.M. Ia turun ke lapangan memimpin dan mengoordinasikan relawan tahap kedua sebagai bentuk kepedulian lembaga adat terhadap masyarakat terdampak bencana.
Keterlibatan langsung Katibul Wali Nanggroe menunjukkan peran aktif Lembaga Wali Nanggroe dalam memastikan proses pemulihan tidak hanya bersifat simbolik, tetapi benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat. Pada tahap kedua ini, relawan difokuskan pada pembersihan dan penataan fasilitas pendidikan yang terdampak material longsor.
Salah satu lokasi utama kegiatan adalah SMP Negeri 1 Kuala Simpang. Selama dua hari, 3–4 Januari 2026, relawan bersama warga setempat membersihkan lumpur, memperbaiki lingkungan sekolah, serta menyiapkan kembali ruang belajar agar dapat segera digunakan.
Di sela kegiatan, Tgk. Abdullah Hasbullah menekankan bahwa sektor pendidikan harus mendapat perhatian khusus dalam setiap penanganan pascabencana. Menurutnya, keterlambatan pemulihan sekolah akan berdampak langsung pada masa depan anak-anak.
“Pemulihan sekolah bukan hanya soal bangunan, tetapi tentang memastikan anak-anak Aceh tetap memiliki ruang aman untuk belajar,” ujarnya, Sabtu (3/1).
Ia juga menilai semangat gotong royong yang ditunjukkan relawan dan masyarakat sebagai cerminan nilai adat Aceh yang tetap hidup di tengah musibah.
“Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan kita untuk bangkit. Kehadiran relawan diharapkan dapat memberikan dorongan moril bagi guru, siswa, dan masyarakat,” katanya.
Melalui koordinasi Katibul Wali Nanggroe, Sekretariat Lembaga Wali Nanggroe menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pemulihan pascabencana secara berkelanjutan dengan menggandeng pemerintah daerah dan unsur masyarakat di berbagai wilayah Aceh.









