Aceh Utara | Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Muhammad Jusuf Kalla (JK) meninjau Desa Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, pada Jumat (19/12/2025).
Dia melihat sebagian rumah hancur dan sebagian lagi dipenuhi lumpur dan pasir.
Dari sisi kerusakan, JK menilai bahwa saat tsunami seluruh rumah hancur. Namun, dampak banjir kali ini tidak membuat semua rumah hancur.
Akan tetapi, dari sisi luas wilayah yang terdampak, lebih parah banjir kali ini dibandingkan tsunami sebelumnya.
“Tidak semua rumah hancur, ada yang penuh lumpur dan pasir. Kalau tsunami, hancur semua,” ucapnya JK yang didampingi Bupati Aceh Utara Ismail A. Jalil dan sejumlah pejabat PMI.
Bantuan Kemanusiaan PMI Dia menyebutkan bahwa PMI menggelar operasi kemanusiaan di sejumlah kabupaten/kota di Aceh sejak 27 November 2025 hingga saat ini.
“PMI siapkan bahan-bahan makanan, logistik, pengobatan gratis, dan air bersih,” ucapnya.
Pengungusi Bertahan Sebelumnya diberitakan, hingga hari ini, sebanyak 71.637 pengungsi korban banjir bertahan di 226 titik pengungsian.
Kerusakan lainnya meliputi 12 daerah irigasi yang mengalami kerusakan, sementara delapan daerah irigasi tersier juga rusak diterjang banjir.
Seluas 14.509 hektar sawah kini dipenuhi lumpur sisa banjir setinggi satu hingga dua meter dan tidak bisa digunakan lagi.









