Aceh Tengah | Jembatan penghubung menuju area perkebunan warga di Desa Buge Ara, Kecamatan Ketol, kembali hanyut terbawa arus sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Jembatan tersebut sebelumnya menjadi akses utama masyarakat menuju lahan perkebunan. Namun, sejak banjir yang melanda beberapa bulan lalu, kondisi jembatan mengalami kerusakan parah.
Warga kemudian berinisiatif memperbaiki jembatan secara swadaya melalui gotong royong. Perbaikan itu sempat memungkinkan jembatan kembali digunakan untuk mendukung aktivitas pertanian.
Akan tetapi, derasnya arus sungai kembali merusak jembatan tersebut. Bangunan yang baru diperbaiki itu tidak mampu menahan tekanan air dan hanyut untuk kedua kalinya.
“Sudah kami bangun bersama, tetapi arus sungai terlalu kuat sehingga jembatan kembali rusak dan hanyut,” kata seorang warga.
Akibat kejadian ini, akses menuju perkebunan kembali terputus. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada hasil kebun.
Warga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius dengan membangun jembatan yang lebih kokoh dan tahan terhadap bencana. Selain itu, mereka juga mengharapkan adanya penanganan darurat agar akses menuju perkebunan dapat segera dipulihkan.
Untuk sementara, masyarakat terpaksa mencari jalur alternatif dengan risiko tinggi demi tetap dapat mencapai lahan perkebunan mereka.









