Lhokseumawe | Sejumlah warga di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara mengaku kesulitan menukar uang pecahan menjelang Hari Raya Idulfitri. Selain kuota penukaran yang terbatas, masyarakat juga mengeluhkan aplikasi penukaran milik Bank Indonesia, yakni PINTAR BI, yang kerap mengalami gangguan, error, bahkan tidak bisa diakses saat digunakan.
Beberapa warga menyebutkan mereka telah berulang kali mencoba mendaftar melalui aplikasi tersebut untuk mendapatkan jadwal penukaran uang baru. Namun upaya itu sering gagal karena sistem tidak dapat dibuka atau pendaftaran tidak berhasil diproses.
“Sudah beberapa kali coba daftar, tapi aplikasinya sering error, bahkan kadang tidak bisa diakses sama sekali,” ujar Nurul, salah satu warga.
Akibatnya, sebagian masyarakat yang datang langsung ke lokasi layanan penukaran di halaman Masjid Islamic Center Lhokseumawe tidak dapat dilayani karena tidak memiliki bukti pemesanan dari aplikasi.
Sesuai ketentuan dari Bank Indonesia, penukaran uang baru dalam program Ramadan dan Idulfitri memang dilakukan melalui sistem pemesanan terlebih dahulu melalui aplikasi agar masyarakat memperoleh jadwal layanan kas keliling. Namun di lapangan, kebijakan tersebut dinilai belum sepenuhnya memudahkan masyarakat.
Sebagian warga menilai sistem yang sepenuhnya bergantung pada aplikasi justru menyulitkan, terutama bagi masyarakat yang kurang terbiasa menggunakan layanan digital atau ketika aplikasi mengalami gangguan. Kondisi ini juga memicu kekecewaan warga yang sudah datang ke lokasi penukaran tetapi tidak dapat dilayani.
Selain itu, masyarakat juga menilai informasi terkait jadwal dan kuota penukaran sering kali tidak tersosialisasi secara maksimal. Banyak warga baru mengetahui bahwa penukaran harus dilakukan melalui aplikasi setelah tiba di lokasi layanan.
Warga berharap pihak Bank Indonesia dapat melakukan evaluasi terhadap sistem yang ada, mulai dari meningkatkan kapasitas aplikasi agar tidak mudah error hingga menambah kuota penukaran di wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara.
Selain itu, masyarakat juga menyarankan agar tetap disediakan layanan penukaran langsung di beberapa titik tanpa pendaftaran aplikasi, sehingga akses masyarakat terhadap uang pecahan menjelang Lebaran dapat lebih mudah dan merata.
Masyarakat juga berharap pemerintah daerah dan perbankan di wilayah Lhokseumawe dapat ikut membantu menyediakan layanan penukaran uang pecahan tambahan, agar kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri dapat terpenuhi dengan lebih baik.









