Aceh Besar | Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Dapil Aceh, Azhari Cage, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Solusi Bangun Andalas (SBA) di Lhoknga, Aceh Besar, Sabtu (8/8/2026). Sidak tersebut dilakukan menyusul keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan melonjaknya harga semen di pasaran.
Dalam kunjungannya, Azhari meninjau langsung proses produksi semen di pabrik PT SBA. Ia juga meminta perusahaan melakukan evaluasi terhadap jalur penyaluran semen hingga ke tingkat distributor.
Azhari mengatakan, kondisi harga semen saat ini perlu mendapat perhatian serius. Sebab, selain disebut mengalami kelangkaan, harga semen di pasaran juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi.
“Kita minta untuk dipanggil para distributor, mengingat kondisi hari ini, di mana semen tak hanya langka, tapi harganya cukup melambung,” kata Azhari Cage pada media gentapost.com
Menurutnya, harga semen di pasaran bahkan disebut mencapai sekitar Rp120 ribu per sak. Karena itu, ia meminta PT SBA memanggil para distributor untuk duduk bersama dan mengevaluasi jalur distribusi semen.
“Dipanggil untuk dikumpulkan secara resmi. Nanti kan bisa tahu siapa distributor yang nakal,” ujarnya.
Azhari mengatakan bahwa evaluasi tersebut penting dilakukan untuk mengetahui penyebab kelangkaan dan tingginya harga semen di tingkat pasar. Menurutnya, persoalan tersebut perlu ditelusuri mulai dari pabrik hingga distributor agar tidak merugikan masyarakat.
“Kita melihat di pabrik tadi dan menurut keterangan dari General Manager (GM) PT Solusi Bangun Andalas (SBA), Adi Santoso, produksi semen meningkat 35 persen dari tahun lalu. Sekarang pun Sabtu-Minggu tetap produksi, bahkan operasional produksi mencapai 24 jam,” jelasnya.
Dengan kondisi produksi yang meningkat tersebut, Azhari menilai seharusnya pasokan semen di pasaran tidak mengalami kelangkaan.
“Dari keterangan tersebut, seharusnya semen tidak langka di pasaran. Maka kita minta kepada PT Solusi Bangun Andalas agar memanggil para distributor dan mengevaluasi jalur distribusinya,” katanya.
Ia berharap evaluasi tersebut dapat memastikan distribusi semen berjalan lancar dari pabrik hingga ke tingkat konsumen. Dengan demikian, tidak terjadi kelangkaan di pasar dan harga semen dapat kembali stabil.
“Kita berharap dengan evaluasi jalur distribusi ini, tidak terjadi lagi kelangkaan semen di pasar dan harga tetap stabil, sehingga masyarakat tidak terbebani dengan kenaikan harga, mengingat kondisi Aceh yang masih butuh pemulihan pascabencana, sehingga butuh banyak semen untuk pembangunan,” pungkas Azhari.









