Aceh Utara – Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil atau yang akrab disapa Ayah Wa, tancap gas memperkuat pelayanan publik di wilayahnya. Tak tanggung-tanggung, sederet program prioritas mulai dari mitigasi bencana hingga kesejahteraan petani siap dieksekusi dalam waktu dekat.
Dalam konferensi pers yang digelar di Oproom Kantor Bupati di Landing Kecamatan Lhokseukon pada Selasa (26/5/2026) sore , Bupati Ayah Wa menyampaikan komitmennya untuk membangun Aceh Utara dari berbagai lini sektor.
“Pemerintah ingin masyarakat lebih siap dan cepat tanggap dalam menghadapi kondisi darurat,” ujar Ayah Wa di hadapan awak media.

Berikut adalah poin-poin gebrakan yang disiapkan Pemkab Aceh Utara:
1. Satu Desa Satu Satgas Bencana
Menyadari wilayah Aceh Utara rawan banjir, angin kencang, dan abrasi, pemerintah akan membentuk satu orang Satgas Bencana di setiap gampong (desa) dan kecamatan. Hal ini bertujuan agar penanganan kondisi darurat bisa dilakukan lebih dini di tingkat tapak.
2. Sektor Pesisir: Kampung Nelayan Lancok Rampung
Kabar baik bagi nelayan! Pembangunan Kampung Nelayan Lancok dinyatakan sudah rampung tahun ini. Selain itu, pemerintah berencana menambah lima titik pembangunan baru untuk menyokong aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
3. Traktor Gratis dan Irigasi untuk Petani
Untuk memangkas biaya produksi petani, Pemkab Aceh Utara kembali menggulirkan program pembajakan sawah gratis menggunakan traktor. Tak hanya itu, perbaikan jaringan irigasi di kawasan Seunuddon dan Sawang kini menjadi fokus utama demi menjamin pasokan air lahan pertanian.
4. Kendaraan Operasional Imam Gampong & Ambulans
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelayanan sosial dan keagamaan, kendaraan operasional untuk Imam Desa (Gampoeng) dijadwalkan mulai dibeli pada Juli mendatang. Di sektor kesehatan, pengadaan sejumlah unit ambulans juga dipercepat guna meningkatkan respons medis di berbagai wilayah.
5. Digitalisasi Desa & Jaringan Wartawan
Ayah Wa juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi. Ia mendorong adanya jaringan wartawan di setiap gampong guna mendukung publikasi digitalisasi desa. Dengan sistem ini, informasi terkait bencana maupun program pembangunan diharapkan dapat tersampaikan secara cepat dan luas ke masyarakat.








