Gentapost.com – Setelah sebelumnya membahas beberapa sisi kepribadian Lionel Messi yang memiliki kesesuaian dengan nilai-nilai akhlak Islam, mungkin sebagian penggemar Cristiano Ronaldo bertanya, “Lalu bagaimana dengan Ronaldo?” Tentu saja ia juga menarik untuk dibahas.
Bahkan, ada beberapa karakter yang sangat identik dengan Ronaldo dan dapat menjadi bahan refleksi bagi seorang Muslim.
Namun, sejak awal perlu ditegaskan bahwa tulisan ini bukan bertujuan mengislamkan Cristiano Ronaldo. Hingga saat ini Ronaldo tetap bukan seorang Muslim. Tulisan ini juga bukan menjadikannya sebagai teladan utama.
Dalam Islam, teladan yang paling sempurna tetaplah Nabi Muhammad Saw. Allah Ta’ala berfirman,
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah suri teladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan hari akhir serta banyak mengingat Allah.” (QS. al-Ahzab [33]: 21)
Karena itu, pembahasan ini bersifat deskriptif. Tujuannya hanya menunjukkan bahwa sebagian karakter positif Ronaldo memiliki titik temu dengan nilai-nilai yang juga diajarkan Islam. Siapa tahu, pembaca yang mengagumi Ronaldo justru semakin termotivasi mengamalkan ajaran Islam karena menyadari bahwa nilai-nilai tersebut telah diajarkan secara sempurna oleh Rasulullah.
Disiplin sebagai Jalan Menuju Prestasi
Karakter yang paling melekat pada Cristiano Ronaldo adalah disiplin. Selama lebih dari dua dekade berkarier di level tertinggi, ia dikenal datang lebih awal ke tempat latihan, menjalani latihan tambahan, menjaga pola makan, mengatur waktu tidur, dan terus merawat kebugaran tubuhnya.
Ketika banyak pemain mulai menurun performanya karena usia, Ronaldo tetap mampu bersaing karena konsisten menjaga gaya hidupnya.
Sikap ini mengingatkan pada konsep istikamah dalam Islam. Rasulullah Saw bersabda,
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara terus-menerus meskipun sedikit.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Kesuksesan besar sering kali lahir dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Prinsip ini tidak hanya berlaku dalam olahraga, tetapi juga dalam ibadah. Salat tepat waktu, membaca Al-Qur’an setiap hari, menjaga lisan, dan berbuat baik kepada sesama membutuhkan disiplin yang sama.
Jika seorang atlet mampu berlatih tanpa henti demi meraih trofi, maka seorang Muslim tentu lebih layak beristikamah demi meraih ridha Allah.
Menjaga Amanah Tubuh
Selain disiplin, Ronaldo juga dikenal sangat menjaga kesehatan. Ia memperhatikan makanan yang dikonsumsi, menghindari kebiasaan yang merusak tubuh, serta menjaga kebugaran melalui latihan yang teratur.
Islam memandang tubuh sebagai amanah dari Allah. Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا
“Sesungguhnya tubuhmu mempunyai hak atasmu.” (HR. al-Bukhari)
Hadis ini mengajarkan bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari tanggung jawab seorang Muslim. Tubuh yang sehat memudahkan seseorang untuk beribadah, bekerja, dan memberikan manfaat kepada orang lain.
Karena itu, kebiasaan hidup sehat yang dijalani Ronaldo dapat menjadi pengingat bahwa nikmat kesehatan harus disyukuri dengan cara menjaganya.
Menjauhi Alkohol dan Memilih Tidak Bertato
Di tengah budaya sepak bola Eropa yang cukup akrab dengan minuman beralkohol, Ronaldo dikenal memilih menghindarinya. Keputusan tersebut dipengaruhi oleh pengalaman pribadinya melihat dampak buruk alkohol terhadap ayahnya sekaligus demi menjaga performa sebagai atlet profesional.
Al-Qur’an sendiri melarang khamar karena mudaratnya yang besar. Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, judi, berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah agar kamu beruntung.” (QS. al-Ma’idah [5]: 90)
Ronaldo juga dikenal sebagai salah satu pesepak bola elite yang tidak memiliki tato. Salah satu alasan yang banyak diberitakan ialah agar ia dapat rutin mendonorkan darah tanpa terkendala aturan medis yang berlaku di beberapa negara.
Dalam Islam, tato permanen juga dilarang. Rasulullah Saw bersabda,
لَعَنَ اللَّهُ الْوَاشِمَاتِ وَالْمُسْتَوْشِمَاتِ
“Allah melaknat orang yang membuat tato dan orang yang meminta dibuatkan tato.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Tentu saja, pilihan Ronaldo tersebut bukan didasarkan pada ajaran Islam. Akan tetapi, seorang Muslim dapat melihat adanya kesesuaian pada hasil akhirnya, yakni menjaga tubuh dan menghindari hal-hal yang dapat membawa mudarat.
Berbakti kepada Orang Tua dan Peduli kepada Sesama
Dalam berbagai kesempatan, Ronaldo sering mengungkapkan rasa hormat dan cintanya kepada sang ibu yang telah berjuang membesarkannya dalam kondisi ekonomi yang sulit. Islam pun memberikan kedudukan yang sangat tinggi kepada kedua orang tua. Allah berfirman,
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
“Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua.” (QS. al-Isra’ [17]: 23)
Masyarakat Indonesia juga mengenang kepedulian Ronaldo terhadap korban tsunami Aceh. Ia menjalin hubungan dengan Martunis, seorang anak Aceh yang selamat dari bencana tsunami, mengundangnya ke Portugal, dan beberapa tahun kemudian mengunjungi Aceh sebagai bentuk dukungan kepada masyarakat yang sedang bangkit dari musibah.
Rasulullah Saw bersabda,
الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ، ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ
“Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Allah Yang Maha Pengasih. Sayangilah siapa pun yang ada di bumi, niscaya Dzat yang di langit akan menyayangimu.” (HR. Abu Dawud dan al-Tirmidzi)
Kepedulian kepada sesama merupakan akhlak yang diajarkan Islam, tanpa memandang suku, bangsa, maupun agama.
Karakter-karakter positif yang dimiliki Cristiano Ronaldo di atas menunjukkan bahwa nilai-nilai seperti disiplin, kerja keras, menjaga kesehatan, menghormati orang tua, dan peduli kepada sesama merupakan nilai universal yang dapat ditemukan pada siapa saja. Seorang Muslim tidak dilarang mengambil inspirasi dari hal-hal tersebut selama tidak bertentangan dengan sariat.
Namun, apresiasi terhadap sisi positif Ronaldo tidak berarti menerima seluruh aspek kehidupannya. Sebagai seorang non-Muslim, terdapat beberapa pilihan hidupnya yang tidak sejalan dengan ajaran Islam, seperti menjalani hubungan dengan pasangan tanpa akad nikah yang sah menurut syariat. Karena itu, seorang Muslim tidak boleh menjadikannya sebagai teladan secara menyeluruh.
Sikap yang paling proporsional adalah mengambil hikmah tanpa kehilangan arah. Kita dapat belajar tentang disiplin dari Cristiano Ronaldo, tetapi belajar tentang akidah, ibadah, akhlak, dan tuntunan hidup tetap harus kepada Rasulullah Saw.
Rasulullah Saw adalah uswah hasanah yang sempurna bagi seluruh umat manusia, sedangkan tokoh-tokoh dunia seperti Ronaldo dan Messi hanyalah sumber inspirasi pada sebagian sisi kehidupan yang kebetulan selaras dengan nilai-nilai Islam.








