ACEH UTARA, GENTAPOST.COM | Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menerbitkan imbauan materi khutbah Jumat selama November 2026 kepada seluruh Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) serta pimpinan dayah/pesantren di wilayah Kabupaten Aceh Utara.
Imbauan tersebut tertuang dalam surat Bupati Aceh Utara Nomor 400.8.1/1811 tertanggal 3 November 2026 tentang Himbauan Materi Khutbah Jumat Bulan November 2026.
Dalam imbauan tersebut, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., akrap sapa Ayahwa meminta agar materi khutbah Jumat difokuskan pada penguatan akidah, peningkatan ketakwaan, penguatan integritas moral, serta penanaman nilai-nilai persatuan dan ukhuwah Islamiyah.
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menekankan bahwa khutbah Jumat hendaknya menjadi sarana pembinaan umat yang menghadirkan kesejukan, memperkuat keimanan, serta membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Para khatib juga diimbau agar tidak menyampaikan materi yang menyinggung perbedaan pandangan politik maupun kelompok tertentu yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Materi khutbah diharapkan tidak mengandung unsur yang mempertentangkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Untuk mendukung pelaksanaan imbauan tersebut, Pemkab Aceh Utara menetapkan empat tema khutbah Jumat yang menjadi pedoman selama November 2026, yaitu:
1. Jumat, 6 November 2026: Menjaga Ukhuwah dan Integritas Moral.
2. Jumat, 13 November 2026: Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana dan Pelestarian Lingkungan.
3. Jumat, 20 November 2026: Mendidik Generasi Islami di Era Digital.
4. Jumat, 27 November 2026: Meneladani Kepahlawanan Rasulullah SAW.
Selanjutnya, seluruh pengurus BKM dan pimpinan dayah/pesantren diminta untuk meneruskan imbauan tersebut kepada para khatib yang bertugas di masing-masing masjid agar tema yang telah ditentukan dapat menjadi pedoman dalam penyampaian khutbah.
Melalui kebijakan ini, Bupati Aceh Utara berharap pelaksanaan khutbah Jumat dapat semakin memperkuat kehidupan keagamaan, meningkatkan kesadaran sosial, serta menumbuhkan semangat persaudaraan dan kepedulian di tengah masyarakat.
Bupati Aceh Utara juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan akhlak, dan penguatan persatuan demi terwujudnya kehidupan masyarakat Aceh Utara yang religius, damai, dan harmonis.








