Langsa | Dalam rangka persiapan menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H, Dewan Da’wah Kota Langsa melalui Barisan Pejuang Subuh (BPS) menggelar kegiatan Pelatihan Kader Penceramah dan Imam pada 11–12 Februari 2026 bertempat di MA Ibnu Ishaq Langsa.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program strategis untuk memastikan kesiapan imam dan penceramah dalam mengisi berbagai agenda ibadah dan dakwah selama Ramadhan.
Pelatihan ini secara khusus diikuti oleh 10 peserta dari berbagai kalangan mulai dari siswa, mahasiswa maupun masyarakat umum. Jumlah peserta yang terbatas tersebut sengaja ditetapkan agar proses pembinaan berlangsung lebih intensif, fokus, dan efektif. Dengan kuota kecil, setiap peserta mendapatkan kesempatan praktik lebih banyak serta evaluasi langsung yang mendalam dari pemateri.
Momentum menjelang Ramadhan dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas mereka agar mampu menjalankan peran secara maksimal, terutama dalam memimpin shalat tarawih, menyampaikan kultum, serta mengisi kajian keislaman.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kaderisasi dakwah untuk memperkuat kualitas imam dan penceramah di Kota Langsa dan sekitarnya.
Sejak pagi hari pertama, suasana kelas madrasah dipenuhi semangat peserta yang ingin meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang keimaman dan dakwah.
Ketua Panitia Afrizal Refo, MA dalam laporannya menjelaskan bahwa pelatihan ini diselenggarakan sebagai respon atas kebutuhan umat terhadap imam dan penceramah yang kompeten, berakhlak baik, serta memiliki pemahaman agama yang benar. Ia menegaskan bahwa kualitas mimbar masjid sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mengisinya.
“Kita ingin melahirkan kader yang siap memimpin shalat dan menyampaikan dakwah dengan ilmu, adab, serta tanggung jawab. Masjid harus diisi oleh orang-orang yang amanah dan terlatih,” ujarnya.
Sementara itu Pembina BPS ustadz Anwar dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari gerakan memakmurkan masjid khususnya dalam penguatan shalat Subuh berjamaah. Menurutnya, keberadaan imam dan penceramah yang terlatih akan berdampak langsung pada meningkatnya kualitas ibadah dan pemahaman keagamaan masyarakat.
Ia juga menambahkan bahwa para peserta yang telah mengikuti pelatihan tidak akan dilepas begitu saja. Mereka akan dimasukkan dalam database kader dakwah dan dilibatkan dalam berbagai kegiatan seperti menjadi imam di mushalla/masjid.di Kota Langsa, mengisi kultum Ramadhan, serta mengikuti safari dakwah ke berbagai gampong di Kota Langsa.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia kota Langsa, Prof. Dr. Iskandar MCL. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kaderisasi dakwah yang terstruktur dan berkelanjutan.
Menurut Prof. Dr. Iskandar, tantangan dakwah di era sekarang menuntut hadirnya da’i dan imam yang tidak hanya mampu berbicara tetapi juga mampu memberikan solusi atas persoalan umat.
Materi pelatihan dibagi ke dalam dua fokus utama yakni penguatan kompetensi imam dan peningkatan kapasitas penceramah.
Pada sesi pelatihan imam, peserta mendapatkan pembinaan tahsin dan tahfiz Al-Qur’an dengan penekanan pada perbaikan makhraj huruf, panjang pendek bacaan, serta ketepatan hukum tajwid.
Selain itu peserta juga dilatih praktik menjadi imam shalat lima waktu dan shalat Jumat. Dalam setiap sesi praktik, peserta maju secara bergiliran untuk memimpin shalat dan langsung mendapatkan evaluasi dari instruktur.
Pemateri menegaskan bahwa imam bukan hanya pemimpin gerakan shalat tetapi juga teladan dalam sikap dan perilaku. Oleh sebab itu peserta diarahkan untuk menjaga kedisiplinan, memperbaiki akhlak, serta memiliki kesiapan mental saat berdiri di hadapan jamaah. Mereka juga dibekali pemahaman fiqih ibadah agar mampu menjawab persoalan yang sering muncul di tengah masyarakat.
Sementara itu pada sesi pelatihan penceramah, materi difokuskan pada teknik penyusunan materi ceramah yang sistematis dan berbasis dalil. Peserta diajarkan cara membuat kerangka ceramah yang runtut, mulai dari pembukaan yang menarik, penyampaian isi yang padat dan relevan, hingga penutup yang menguatkan pesan dakwah.
Selain itu, peserta juga dilatih teknik vokal, penguasaan panggung, dan manajemen waktu saat berbicara. Pemateri menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang lugas dan mudah dipahami oleh jamaah dari berbagai latar belakang pendidikan. Dakwah menurutnya harus menyentuh hati dan memberikan pencerahan bukan menimbulkan kegelisahan atau perpecahan.
Salah satu sesi yang paling menarik adalah praktik ceramah singkat atau micro preaching. Setiap peserta diberi kesempatan tampil selama 7–10 menit di hadapan peserta lainnya. Penampilan mereka dinilai dari aspek isi materi, ketepatan dalil, kejelasan suara, ekspresi, serta kemampuan membangun komunikasi dengan audiens.
Evaluasi dilakukan secara terbuka dan membangun sehingga peserta dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Diskusi berlangsung aktif, terutama saat membahas persoalan fiqih praktis yang sering terjadi di lapangan. Peserta juga banyak mengajukan pertanyaan terkait cara mengatasi rasa gugup ketika tampil di depan jamaah serta teknik menjaga konsistensi materi agar tetap sesuai dengan tuntunan syariat.
Salah seorang peserta, Ahmad Haikal Ishak mengaku mendapatkan banyak manfaat dari pelatihan ini. Ia merasa lebih percaya diri setelah mendapatkan koreksi langsung terhadap bacaan Al-Qur’annya dan latihan berbicara di depan umum.
“Kami tidak hanya mendengar teori, tetapi langsung praktik dan dibimbing. Ini sangat membantu bagi kami yang ingin serius di bidang dakwah,” katanya.
Pada akhir kegiatan tanggal 12 Februari 2026, panitia mengadakan evaluasi akhir dan penyerahan sertifikat kepada peserta yang dinyatakan lulus. Sertifikat tersebut menjadi bukti bahwa mereka telah mengikuti pelatihan secara penuh dan dinilai layak untuk terlibat dalam aktivitas dakwah di bawah pembinaan BPS Dewan Da’wah Langsa.
Secara keseluruhan, pelatihan yang dilaksanakan di MA Ibnu Ishaq Langsa ini berjalan tertib dan lancar. Fasilitas tempat yang representatif turut mendukung kelancaran kegiatan. Panitia menyampaikan apresiasi kepada pihak Yayasan dibawah Kepemimpinan bapak Ishak, S.Pt.,MP dan Kepala sekolah MA Ibnu Ishak Ibu Ishmaturrahmi, S.Si atas dukungan dan kerja sama yang diberikan.
Melalui kegiatan ini, Dewan Da’wah Kota Langsa menegaskan komitmennya dalam membangun kader dakwah yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi kepada umat. Ke depan, program serupa direncanakan akan terus dilaksanakan secara berkala dengan materi yang lebih mendalam dan jangkauan peserta yang lebih luas.
Harapannya, dari pelatihan ini lahir generasi imam dan penceramah muda yang mampu menjaga kehormatan mimbar masjid serta menghadirkan dakwah yang menyejukkan, mencerahkan, dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat Kota Langsa dan sekitarnya.









