ACEH BESAR | Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh menggelar peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1448 Hijriah di Dayah Darul Musthafa, Blang Bintang, Aceh Besar. Sekitar 5.000 tamu undangan menghadiri kegiatan tersebut.
Maulid turut dihadiri ulama Aceh, pimpinan Dayah Ummul Ayman Samalanga Waled Nuruzzahri atau Waled Nu, jajaran Forkopimda Aceh, serta keluarga besar Dayah Darul Musthafa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan lantunan salawat dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian apresiasi kepada santri penghafal Al-Qur’an dan santunan kepada anak yatim.
Kepala BNNP Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si., mengatakan peringatan Maulid menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi dengan ulama dan pimpinan dayah dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba.
“Momentum ini tidak hanya untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi langkah awal mendorong terbentuknya pusat rehabilitasi narkoba berbasis pesantren atau dayah,” kata Dedy.
Menurutnya, dayah memiliki lingkungan pendidikan keagamaan yang dapat mendukung proses pemulihan penyalahguna narkoba. Konsep tersebut nantinya diharapkan dapat melengkapi fasilitas rehabilitasi kesehatan yang telah tersedia.
“Lingkungan dayah memiliki potensi besar dalam memberikan pembinaan keagamaan dan sosial bagi masyarakat yang menjalani proses pemulihan,” ujarnya.
Sementara itu, Waled Nu dalam tausiah mengajak jamaah meneladani akhlak Rasulullah SAW dan memperkuat persaudaraan. Ia juga mengingatkan bahaya narkoba, terutama bagi generasi muda.
Waled Nu turut mengapresiasi peran dayah dan pendidikan tahfiz Al-Qur’an dalam membentuk karakter generasi muda Aceh sekaligus menjadi benteng moral dalam menghadapi berbagai tantangan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial BNNP Aceh bersama keluarga besar Dayah Darul Musthafa.
BNNP Aceh berharap momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dapat semakin memperkuat kolaborasi dengan ulama, pimpinan dayah dan masyarakat dalam mewujudkan Aceh yang sehat, religius dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.









