ACEH BARAT, GENTAPOST.COM – Banjir akibat luapan sejumlah sungai melanda 10 kecamatan di Kabupaten Aceh Barat sejak Sabtu (31/10/2026) malam. Bencana tersebut menyebabkan puluhan gampong terendam, sejumlah infrastruktur rusak, akses transportasi terganggu, hingga memaksa 105 warga mengungsi.
Banjir mulai terjadi sekitar pukul 20.00 WIB setelah sejumlah sungai meluap akibat tingginya curah hujan. Air merendam permukiman penduduk serta sejumlah ruas jalan di wilayah terdampak.
Berdasarkan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), 10 kecamatan yang terdampak meliputi Pante Ceureumen, Sungai Mas, Woyla Barat, Woyla, Woyla Timur, Arongan Lambalek, Panton Reu, Kaway XVI, Meureubo, dan Johan Pahlawan.
Di Kecamatan Pante Ceureumen, banjir merendam delapan gampong, yakni Keutambang, Lawet, Jambak, Puloe Teungoh, Lango, Canggai, Sikundo, dan Seumantok.
Sementara di Kecamatan Sungai Mas, wilayah terdampak meliputi Gampong Tungkop, Kajeung, Lancong, dan Geudong.
Banjir juga melanda enam gampong di Kecamatan Woyla Barat, yaitu Napai, Cot Rubek, Cot Rambong, Cot Maleh, Blang Cot Mameh, dan Blang Luah.
Di Kecamatan Woyla, genangan air dilaporkan merendam sembilan gampong, meliputi Cot Keumude, Pasi Birah, Aron Tunong, Ie Itam Tunong, Ie Itam Baroh, Ranto Pantang, Blang Mee, Drien Mangko, dan Pasi Ara Kb.
Selanjutnya, di Kecamatan Woyla Timur, banjir terjadi di Gampong Pasie Ara dan Leubok Pantang. Di Kecamatan Arongan Lambalek meliputi Gampong Peuribu dan Teupin Peuraho, sedangkan di Kecamatan Panton Reu berdampak pada Gampong Meugo Cut, Ujong Raja, dan Meutulang.
Adapun di Kecamatan Kaway XVI, tujuh gampong terdampak, yakni Simpang Peunia, Pasie Jeumpa, Muko, Palimbungan, Tanjong Bungong, Padang Mandang, dan Meunasah Rambut.
Banjir turut dilaporkan terjadi di Gampong Pasi Mesjid, Kecamatan Meureubo, serta Gampong Pasi Leuhan, Kecamatan Johan Pahlawan.
105 Warga Terpaksa Mengungsi
Dampak banjir tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga memaksa masyarakat meninggalkan rumah untuk mencari tempat yang lebih aman.
Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 35 kepala keluarga (KK) atau 105 jiwa tercatat mengungsi.
Rinciannya, 20 KK atau 60 jiwa berasal dari Gampong Napai, Kecamatan Woyla Barat. Sementara 15 KK atau 45 jiwa lainnya merupakan warga Gampong Tungkop, Kecamatan Sungai Mas.
Jumlah keseluruhan masyarakat terdampak masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.
Meski demikian, hingga laporan diterima, belum terdapat laporan korban jiwa akibat bencana banjir tersebut.
Infrastruktur Rusak, Akses Sejumlah Wilayah Terganggu
Selain menyebabkan warga mengungsi, banjir juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur dan fasilitas masyarakat.
Satu unit rumah milik Muhammad Safril di Gampong Geudong (Yah Buntok) dilaporkan mengalami pengikisan pada bagian lantai dan badan rumah akibat derasnya aliran air.
Akses jalan menuju Gampong Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, juga dilaporkan terputus. Sementara dua jembatan gantung di wilayah Kajeung dan Tungkop mengalami kerusakan berat.
Tidak hanya itu, jalan penghubung Geudong–Kajeung tertutup endapan lumpur sehingga menghambat aktivitas dan mobilitas masyarakat.
BPBD Siagakan Personel, Debit Air Masih Dipantau
Mengantisipasi perkembangan situasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat telah menyiagakan personel di posko penanganan bencana.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) terus memantau kondisi banjir di sejumlah wilayah. Tim Rescue BPBD juga disiagakan untuk melakukan penanganan lebih lanjut apabila dibutuhkan.
Hingga perkembangan terakhir, genangan banjir masih terjadi di beberapa gampong di Kecamatan Pante Ceureumen dan Sungai Mas.
Intensitas hujan di wilayah Pante Ceureumen dilaporkan masih tinggi. Sementara debit air sungai di Gampong Sikundo masih berada pada ketinggian yang perlu diwaspadai.
Kondisi serupa juga terpantau di Kecamatan Woyla Barat. Debit air di Gampong Napai dan sekitarnya mulai meningkat sehingga masyarakat diminta tetap siaga terhadap kemungkinan bertambahnya genangan.
Peningkatan debit air turut terpantau pada aliran sungai di sekitar Jembatan Peuribu.
Dalam penanganan bencana ini, BPBD Kabupaten Aceh Barat turut berkoordinasi dan bekerja sama dengan TNI, Polri, RAPI Aceh Barat, UKM PK UTU, serta masyarakat setempat.
BPBA mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di sekitar bantaran sungai dan kawasan dataran rendah, agar meningkatkan kewaspadaan mengingat intensitas hujan masih tinggi di sejumlah wilayah.
Masyarakat juga diminta tidak memaksakan diri melintasi jalan maupun jembatan yang mengalami kerusakan serta segera melaporkan kondisi darurat kepada petugas agar dapat ditangani dengan cepat.
Pemantauan dan penanganan terus dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan meluasnya dampak banjir di Kabupaten Aceh Barat.









