ACEH UTARA – Para petani di Gampong Ceubrek, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara, bersiap menggelar panen perdana pascabencana banjir besar yang melanda kawasan tersebut pada November 2025 lalu. Panen raya di atas lahan seluas 85 hektare tersebut diperkirakan berlangsung dalam dua pekan ke depan.
Geuchik Gampong Ceubrek, Dahri Djafar, mengonfirmasi bahwa kondisi pertanaman padi saat ini dalam keadaan baik dengan potensi hasil mencapai lebih dari 6 ton gabah per hektare.
“Ini panen perdana setelah peresmian dan perbaikan jaringan irigasi Krueng Pase yang sempat rusak akibat banjir. Pasokan air kini sudah lancar kembali ke persawahan warga,” ujar Dahri, Selasa (1/9/2026).
Selain mengairi 85 hektare sawah di Gampong Ceubrek, jaringan irigasi Krueng Pase tersebut juga menyokong kebutuhan pengairan di sembilan kecamatan di Aceh Utara. Pihak desa turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan Muspika yang telah mempercepat pemulihan infrastruktur pertanian di wilayah mereka.
Kendati pasokan air dan pupuk tidak mengalami kendala, para petani kini meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hama menjelang masa potong padi. Dahri menyebutkan, petani rutin mengantisipasi serangan burung pipit di pagi hari serta melakukan penyemprotan pestisida secara intensif untuk mencegah penyebaran hama wereng yang mulai ditemukan di beberapa titik sawah.









