ACEH UTARA | Antusiasme pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mewarnai kegiatan Optimalisasi Operasional Klinik UMUKM Bangkit di Kabupaten Aceh Utara yang diselenggarakan oleh Kementerian UMKM pada Kamis (22/10/2026).
Sebanyak 45 pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Kabupaten Aceh Utara hadir dengan membawa beragam produk unggulan hasil kreativitas masing-masing. Kehadiran mereka mencerminkan besarnya harapan pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pemasaran, dan membawa produk daerah agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Salah satu produk yang menarik perhatian dalam kegiatan tersebut adalah pireng situek, yaitu piring yang dibuat dari pelepah pinang melalui proses pengepresan menggunakan mesin pres khusus.
Produk ini menjadi salah satu contoh kreativitas pelaku UMKM dalam memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi barang bernilai guna dan berpotensi ekonomi. Keunikan pireng situek sekaligus menunjukkan bahwa potensi usaha lokal Aceh Utara tidak hanya bertumpu pada produk kuliner, tetapi juga mencakup kerajinan dan inovasi berbasis bahan alam.
Selain pireng situek, para peserta turut menampilkan berbagai produk kreatif lainnya, seperti peci beludru bermotif Aceh, tas selempang bermotif Aceh, kaligrafi Arab, serta beragam jenis kuliner.
Produk-produk tersebut memperlihatkan kekayaan ide, keterampilan, dan kreativitas masyarakat yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang lebih menjanjikan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Rendy Agung bersama tim dari Kementerian UMKM. Dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (PERINDAKKOP dan UMKM) Kabupaten Aceh Utara, hadir Kepala Dinas Kusairi, S.T., M.Si., Kepala Bidang Koperasi dan UMK Muzakkar, S.T., M.T., serta Saiful Yusuf.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi dari Chessa Ario Jani Purnomo, S.H., M.H., M.A., dosen Fakultas Hukum Universitas Pamulang, yang hadir secara daring melalui Zoom. Materi yang disampaikan berfokus pada optimalisasi pengelolaan usaha, ketentuan akses perizinan, serta pelayanan yang dapat mendukung pengembangan UMKM.
Penyampaian materi tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk memperluas wawasan mengenai pentingnya pengelolaan usaha secara profesional, pemenuhan legalitas, dan strategi pengembangan pemasaran. Para pelaku UMKM diharapkan dapat memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh untuk memperbaiki tata kelola usaha, meningkatkan kualitas produk, serta mengembangkan jaringan pemasaran, baik secara daring (online) maupun luring (offline).
Antusiasme peserta juga terlihat dari harapan mereka untuk memperoleh pengetahuan praktis yang dapat diterapkan langsung dalam menjalankan usaha. Salah seorang peserta, Sofyan, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM, terutama dalam membuka wawasan dan memberikan bekal untuk mengembangkan usaha ke arah yang lebih baik.
Sofyan berharap melalui kegiatan ini, para peserta dapat memperoleh banyak pelajaran berharga mengenai pengembangan usaha dan strategi memperluas jangkauan pemasaran, baik melalui platform digital maupun pemasaran secara langsung. Menurut harapannya, kesempatan mengikuti kegiatan seperti ini perlu dimanfaatkan sebaik mungkin agar pelaku UMKM mampu mengenali potensi produknya, memperbaiki cara pengelolaan usaha, dan menjangkau lebih banyak konsumen.
Kegiatan Klinik UMKM Bangkit ini menjadi momentum penting bagi pelaku UMKM di Kabupaten Aceh Utara untuk membangun semangat berwirausaha sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi persaingan pasar. Beragam produk yang dibawa oleh 45 peserta menunjukkan bahwa daerah ini memiliki potensi kreativitas yang dapat terus dikembangkan melalui pendampingan, inovasi, peningkatan kualitas, dan dukungan pemasaran.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semakin banyak pelaku UMKM Aceh Utara yang mampu bertransformasi dari usaha informal menjadi usaha formal, memiliki legalitas yang sesuai dengan ketentuan, serta mengembangkan pemasaran secara lebih luas. Dengan dukungan pemerintah dan semangat para pelaku usaha, produk lokal Aceh Utara diharapkan semakin dikenal, memiliki nilai tambah, dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.








