ACEH UTARA | Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Utara kembali bertambah. Hingga Jumat (23/1/2026) pukul 10.00 WIB, total korban jiwa tercatat 246 orang, berdasarkan data terbaru Posko Bencana Banjir BPBD Aceh Utara.
Penambahan data tersebut terjadi setelah tim gabungan bersama masyarakat menemukan satu jenazah korban yang sebelumnya dilaporkan hilang. Jenazah ditemukan di area perkebunan warga pada Kamis (22/1/2026) sore dan telah diverifikasi serta dimasukkan ke dalam rekapitulasi resmi hari ini.
BPBD Aceh Utara merinci, dari total 246 korban meninggal dunia, sebagian besar merupakan warga masyarakat umum. Namun, sektor pendidikan juga turut terdampak.
Rinciannya korban meninggal sebagai diantara, masyarakat umum: 239 orang, Siswa: 3 orang, Tenaga pendidik (guru dan tendik): 3 orang dan Kepala sekolah: 1 orang.
Selain korban meninggal, hingga saat ini 5 orang masih dinyatakan hilang dan terus dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan. Sementara itu, jumlah warga yang mengalami luka-luka mencapai 2.127 orang.
Banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Aceh Utara berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Total 433.064 jiwa tercatat terdampak bencana ini. Dari jumlah tersebut, 33.261 orang masih mengungsi dan tersebar di 137 titik pengungsian.
Sebagian warga belum dapat kembali ke rumah karena kondisi permukiman masih terendam air, rusak berat, atau belum dinyatakan aman untuk dihuni.
Pemerintah Provinsi Aceh melalui Gubernur Aceh Muzakir Manaf resmi memperpanjang status Tanggap Darurat Bencana untuk keempat kalinya. Perpanjangan berlaku selama tujuh hari, mulai 23 hingga 29 Januari 2026, guna memastikan penanganan darurat dan pemulihan berjalan optimal.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah terus mempercepat proses verifikasi kerusakan rumah warga. Pemerintah menargetkan, sebelum memasuki bulan Ramadan pada pertengahan Februari 2026, para pengungsi sudah dapat meninggalkan tenda darurat dan menempati hunian sementara (huntara) atau kembali ke rumah yang telah diperbaiki.
Upaya pemulihan juga mencakup pembersihan material sisa banjir, pemulihan fasilitas umum, serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.









