JAKARTA – PT Sucofindo (Persero) memperkuat perannya dalam ekosistem jaminan produk halal nasional dengan mengembangkan layanan pemeriksaan yang memadukan kompetensi auditor, fasilitas laboratorium, jaringan layanan, dan sistem digital.
Perusahaan yang telah berpengalaman sejak 1956 itu kini didukung 130 auditor halal bersertifikat BNSP, 68 laboratorium, serta 93 titik layanan yang tersebar untuk mendukung proses pemeriksaan halal.
Dari sisi laboratorium, Sucofindo mengandalkan fasilitas yang telah terakreditasi ISO/IEC 17025. Salah satu teknologi yang digunakan adalah Droplet Digital PCR (ddPCR), yang memungkinkan analisis DNA dilakukan dengan membagi sampel ke dalam ribuan tetesan mikroskopis.
Teknologi tersebut digunakan untuk membantu mendeteksi DNA porcine secara lebih sensitif. Kapabilitas laboratorium juga mencakup pengujian pada sektor pangan dan farmasi, termasuk pemeriksaan kadar alkohol serta uji daya tembus air.
Penguatan layanan tersebut didukung penetapan Sucofindo oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) sebagai Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) melalui SK Nomor 117 Tahun 2020.
Selanjutnya, Sucofindo ditetapkan sebagai Lembaga Pemeriksa Halal Utama pada 17 Februari 2023. Pada 2 Juli 2025, ruang lingkup LPH Sucofindo kembali diperluas dengan cakupan nasional dan internasional yang mengacu pada ISO/IEC 17065.
Standar tersebut melengkapi penerapan ISO/IEC 17025 dan ISO 37001 yang telah dimiliki Sucofindo.
Di sektor digital, Sucofindo juga mengembangkan SAHIH yang terintegrasi dengan sistem SIHALAL milik BPJPH. Sistem tersebut mendukung rangkaian pemeriksaan mulai dari verifikasi dokumen, audit lapangan, pengujian laboratorium hingga penyusunan laporan.
Integrasi digital itu ditujukan untuk mengurangi penginputan data secara berulang sekaligus membuat alur pemeriksaan lebih efisien.
Kemampuan Sucofindo tersebut telah diterapkan pada berbagai sektor usaha. Portofolionya mencakup pemeriksaan halal untuk JCO Indonesia, 50 UMKM mitra binaan Pertamina, fasilitas logistik PT Mitsui-Soko Indonesia, hingga kantin DPR RI dan Resto Tuniang di Bali.
Penguatan layanan halal Sucofindo turut mendapat perhatian dalam Indonesia Halal Awards 2026 yang diselenggarakan BPJPH sebagai bagian dari rangkaian The 5th Summit of Halal-20 (H20) di Jakarta.
Direktur Komersial PT Sucofindo (Persero) Agus Permadi mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi LPH Sucofindo untuk meningkatkan pendampingan kepada pelaku usaha.
Menurutnya, pemeriksaan halal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan ketentuan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepercayaan konsumen dan daya saing produk Indonesia.
“Integrasi layanan pemeriksaan halal dan kapabilitas laboratorium menjadi bagian dari upaya kami memberikan layanan yang komprehensif kepada pelaku usaha,” kata Agus.
Sementara itu, Zilhadia, Dekan FIKES UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus anggota Dewan Juri Indonesia Halal Awards 2026, menilai integrasi antara audit halal dan pemeriksaan laboratorium menjadi salah satu kekuatan Sucofindo.
Menurut Zilhadia, pendekatan tersebut memungkinkan pemeriksaan dilakukan secara lebih mendalam, terutama untuk mengidentifikasi potensi kontaminasi silang dan bahan-bahan yang masuk kategori kritis.
Penggunaan teknologi ddPCR juga dinilai memberikan dukungan teknis dalam mendeteksi jejak kontaminasi pada tingkat molekuler.
Dengan kombinasi sumber daya manusia, jaringan laboratorium, teknologi pengujian dan sistem digital, Sucofindo terus mengembangkan kapasitasnya untuk mendukung penyelenggaraan jaminan produk halal sekaligus memperluas peluang produk Indonesia memasuki pasar halal internasional.









