JAKARTA – Sektor pertanian di Serambi Mekkah mendadak jadi sorotan di tingkat pusat. Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, secara terbuka mempertanyakan mandeknya pencairan anggaran pertanian di Aceh saat menerima kunjungan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di kantornya, Selasa (4/7).
Pertemuan strategis yang turut membahas pilar ketahanan pangan nasional itu diwarnai diskusi bernada sentilan. Pasalnya, pemerintah pusat sejatinya telah menggelontorkan kucuran dana jumbo ke daerah tersebut untuk mendongkrak kesejahteraan petani.
“Pagi tadi, saya berdiskusi hangat dengan Gubernur Aceh, banyak hal penting yang kami bedah bersama, terutama bagaimana kita menjaga ketahanan pangan nasional agar tetap kokoh,” ungkap Amran dalam keterangan resminya, Rabu (5/8).
Di balik kehangatan diskusi tersebut, Amran tak menutup kekecewaannya terhadap lambatnya birokrasi daerah dalam mengeksekusi dana yang sudah tersedia. Ia menegaskan, berbagai program vital seperti perbaikan cetak sawah, rehabilitasi jaringan irigasi, hingga distribusi alat dan mesin pertanian (alsintan) terancam tersendat akibat ulah birokrasi yang lamban.
“Tapi, Pak Gubernur, kenapa ada anggaran turun terlambat dicairkan? Kita tawarkan perbaikan sawah, irigasi. Kenapa ditahan uangnya? Masyarakat tanyanya ke kita, padahal uangnya sudah dikirim. Gimana itu, Pak?” cecar Amran di hadapan sang gubernur.
Sebagai catatan, pemerintah pusat tercatat menggelontorkan alokasi dana segar hingga Rp1,6 triliun yang diperuntukkan bagi tiga provinsi di Tanah Air. Dari angka fantastis tersebut, Aceh tercatat sebagai wilayah yang menerima porsi terbesar, ditambah guyuran bantuan sekitar 1.700 unit alsintan modern.
Melihat potensi besar yang belum terserap optimal itu, Mentan mendesak jajaran Pemerintah Provinsi Aceh untuk segera memangkas hambatan administratif. Percepatan penyusunan data Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) untuk proyeksi anggaran tahun berikutnya juga menjadi PR mendesak yang harus segera diselesaikan.
Meski melayangkan kritik tajam terkait lambatnya penyerapan anggaran, Amran tetap menutup pertemuan tersebut dengan menyampaikan apresiasi serta doa terbaik bagi masyarakat Aceh.
“Untuk Bapak Gubernur beserta seluruh masyarakat Aceh yang saya cintai, doa tulus saya menyertai semua. Semoga selalu diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam setiap langkah,” pungkasnya.








