ACEH UTARA — Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab disapa Ayahwa, mengajak seluruh ASN serta seluruh lapisan masyarakat di wilayah setempat untuk mengenakan busana khas santri guna memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional pada Kamis 22 Oktober 2026.
“Kita semua adalah santri. Siapa saja yang pernah belajar mengaji, menuntut ilmu agama, serta dididik dengan nilai-nilai Islam adalah bagian dari keluarga besar santri,” kata Ayahwa, Rabu (21/10/2026).
Ayahwa menjelaskan bahwa imbauan ini ditujukan kepada seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Aceh Utara, mulai dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), personil TNI-Polri, instansi vertikal, BUMN, BUMD, hingga para siswa-siswi sekolah.
Masyarakat diimbau untuk mengenakan pakaian seragam khas santri, yakni peci putih, baju putih, serta kain sarung berwarna hitam, selama satu hari penuh saat menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Izin dan imbauan ini berlaku untuk satu hari dalam setahun. Baik ketika bekerja di kantor melayani masyarakat, berdagang di pasar, maupun saat sekadar duduk menikmati kopi di warung kopi, mari kita gunakan pakaian santri,” ujar Ayahwa.
Ayahwa menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar mengenai gaya berpakaian, melainkan sebuah bentuk penghormatan dan apresiasi kepada para ulama, guru ngaji, pimpinan dayah, serta para santri. Mereka dinilai telah berjuang keras menjaga tradisi keislaman, nilai-nilai akhlak, dan ilmu agama di tengah kehidupan masyarakat.
Menurut Ayahwa, momentum peringatan Hari Santri Nasional ini diharapkan dapat mempererat kebersamaan, menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas kesantrian, serta mewariskan nilai-nilai kebaikan kepada generasi penerus.
“Mari kita serentak mengenakan peci putih, baju putih, dan kain sarung hitam pada 22 Oktober. Santri menguatkan negeri menuju Indonesia Emas. Selamat Hari Santri Nasional 2026,” tutur Ayahwa Bupati Aceh Utara.[]








