Jakarta – Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional (HLNKI), akan menggelar Forum Dialog Internasional pada 19–21 Agustus 2026 untuk memperingati peristiwa pembakaran Masjid Al-Aqsa tahun 1969 sekaligus memperkuat dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.
Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI, Prof Sudarnoto Hakim menjelaskan bahwa forum tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan DPR RI.
Menurutnya, peringatan ini memiliki makna historis yang sangat penting karena pembakaran Masjid Al-Aqsa pada 1969 menjadi salah satu pemicu lahirnya Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
“Peristiwa pembakaran Masjid Al-Aqsa bukan sekadar sejarah, tetapi momentum yang melahirkan solidaritas dunia Islam melalui berdirinya OKI. Karena itu, peringatan ini menjadi sangat penting untuk terus menghidupkan semangat perjuangan membela Palestina,” ujarnya kepada MUI Digital di Kantor MUI Pusat, Jakarta Pusat pada Kamis (6/8/2026).
Dia menjelaskan, pelaksanaan forum pada bulan Agustus juga memiliki makna tersendiri. Selain bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, bulan Agustus juga menjadi pengingat atas tragedi pembakaran Masjid Al-Aqsa.
Menurutnya, semangat kemerdekaan Indonesia memiliki keterkaitan erat dengan perjuangan rakyat Palestina. Hal tersebut sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945 yang menegaskan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi.
“Palestina hingga hari ini belum merdeka. Karena itu, perjuangan menghapus penjajahan merupakan tanggung jawab bersama, termasuk bagi bangsa Indonesia. MUI bersama seluruh elemen masyarakat memiliki kewajiban moral untuk terus mendukung perjuangan tersebut,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa persoalan Palestina dan Masjid Al-Aqsa bukan hanya menjadi isu umat Islam, melainkan persoalan kemanusiaan dan peradaban dunia. Menurutnya, yang dipertaruhkan bukan hanya wilayah, tetapi juga kebebasan beragama, hak beribadah, serta nilai-nilai kemanusiaan yang terus mengalami pelanggaran.
Forum dialog tersebut nantinya akan menghadirkan berbagai tokoh nasional, anggota parlemen, akademisi, serta mitra dari berbagai negara. Melalui forum ini, MUI berharap dapat memperkuat kolaborasi internasional dalam mendukung kemerdekaan Palestina serta membangun solidaritas global terhadap perjuangan rakyat Palestina.
Menanggapi kondisi terkini di Gaza, dia menyebut situasi kemanusiaan terus memburuk. Berbagai upaya gencatan senjata dan perundingan damai dinilai belum membuahkan hasil yang diharapkan.
Karena itu, MUI mendorong agar dukungan masyarakat internasional terus diperkuat melalui berbagai jalur, termasuk diplomasi, kerja sama antarparlemen, serta keterlibatan lembaga-lembaga internasional dalam menghentikan konflik dan mewujudkan perdamaian yang berkeadilan bagi rakyat Palestina.









