BANYUWANGI | Peringatan hari besar keagamaan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, menjadi sorotan publik setelah cuplikan video acara tersebut beredar luas di media sosial. Kegiatan yang semestinya berlangsung khidmat itu justru memicu polemik dan kritik dari warganet.
Kontroversi mencuat setelah dalam rekaman video terlihat adanya penampilan hiburan musik dangdut di tengah rangkaian acara keagamaan. Kehadiran hiburan tersebut dinilai sebagian masyarakat tidak sejalan dengan nilai kesakralan peringatan Isra Mi’raj.
Sorotan kian menguat lantaran penyanyi dangdut yang tampil dianggap mengenakan busana yang kurang pantas untuk konteks acara religius. Kondisi tersebut memicu reaksi beragam, terutama dari kalangan warganet yang menilai panitia penyelenggara kurang memperhatikan adab dan etika dalam kegiatan keagamaan.
Di ruang publik digital, peristiwa ini memunculkan dua pandangan utama. Pertama, kritik terhadap panitia yang dinilai lalai menjaga kekhusyukan dan esensi peringatan Isra Mi’raj. Kedua, desakan agar penyelenggara melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terjadi pada kegiatan keagamaan di masa mendatang.
“Acara keagamaan semestinya menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai spiritual, bukan justru menimbulkan kontroversi karena hiburan yang tidak sesuai konteks,” tulis salah satu warganet.









