Genta Post
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Artikel
  • Advertorial
No Result
View All Result
Genta Post
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Artikel
  • Advertorial
No Result
View All Result
Genta Post
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Opini
Mengenang Dr. Hasan Tiro: Deklarator Aceh Merdeka yang Mendunia

Mengenang Dr. Hasan Tiro: Deklarator Aceh Merdeka yang Mendunia

Redaksi by Redaksi
3 Juni 2025
in News
0
A A
Share on FacebookShare on Twitter

BANDA ACEH | GENTAPOST.COM – Nama Dr. Teungku Hasan Muhammad di Tiro lekat di hati masyarakat Aceh sebagai tokoh sentral dalam perjuangan identitas dan kedaulatan daerah ini. Ia dikenal luas sebagai pendiri Gerakan Aceh Merdeka (GAM), sekaligus deklarator yang mengangkat isu Aceh ke panggung internasional.

Lahir di Tiro, Pidie, Aceh, pada 25 September 1925, Hasan Tiro berasal dari keluarga ulama dan pejuang. Ia merupakan keturunan langsung dari Teungku Chik di Tiro, pahlawan nasional yang gigih melawan kolonialisme Belanda. Semangat juang itu diwarisinya, menjelma menjadi cita-cita besar memperjuangkan harkat dan martabat rakyat Aceh.

Hasan Tiro menempuh pendidikan tinggi di luar negeri dan meraih gelar dari Columbia University, Amerika Serikat. Fasih dalam berbagai bahasa asing, ia dikenal bukan hanya sebagai pejuang, tetapi juga sebagai intelektual dan penulis produktif. Karyanya membentang dalam bidang hukum internasional, sejarah perjuangan bangsa, dan hak-hak penentuan nasib sendiri.

Konten Terkait

Akselerasi Koridor Laut Aceh–Penang: Langkah Progresif Pembuka Akses Pasar Maritim Internasional

Akselerasi Koridor Laut Aceh–Penang: Langkah Progresif Pembuka Akses Pasar Maritim Internasional

10 Oktober 2026
Teuku Cut Banta: Panglima Perang Kuta Batee Aceh Utara Pelindung Sultan Aceh Terakhir

Teuku Cut Banta: Panglima Perang Kuta Batee Aceh Utara Pelindung Sultan Aceh Terakhir

10 Oktober 2026
Polemik Bantuan Isi Hunian Rp3 Juta, Geuchik Ujong Kuta Batee Buka Suara

Polemik Bantuan Isi Hunian Rp3 Juta, Geuchik Ujong Kuta Batee Buka Suara

10 Oktober 2026
Bupati Ayah Wa Gandeng Ulama Kharismatik Dalam Rapat Persiapan Hari Santri Nasional

Bupati Ayah Wa Gandeng Ulama Kharismatik Dalam Rapat Persiapan Hari Santri Nasional

9 Oktober 2026

Puncak ketokohan Hasan Tiro terjadi pada 4 Desember 1976, ketika ia secara resmi memproklamasikan kemerdekaan Aceh di Gunung Halimun, Pidie. Peristiwa ini menandai babak baru dalam sejarah panjang perjuangan Aceh. Setelah deklarasi itu, ia mengasingkan diri ke Swedia selama lebih dari dua dekade, dan dari sana terus menyuarakan aspirasi Aceh melalui jalur diplomasi dan advokasi internasional.

Meski identik dengan perjuangan bersenjata, peran Hasan Tiro dalam proses damai juga tak kalah penting. Ia menjadi simbol rekonsiliasi dalam perdamaian Helsinki tahun 2005, yang mengakhiri konflik panjang antara GAM dan Pemerintah Republik Indonesia. Setahun sebelum wafat, ia kembali ke tanah kelahiran—disambut dengan penghormatan dan haru oleh rakyat Aceh.

Dr. Hasan Tiro wafat di Banda Aceh pada 03 Juni 2010, dalam usia 84 tahun. Ia dimakamkan di Komplek Pemakaman Wali Nanggroe di Lam Teungoh, Aceh Besar. Sebagai penghormatan tertinggi, ia dianugerahi gelar Paduka yang Mulia Wali Nanggroe Aceh, menegaskan posisinya sebagai tokoh sentral dalam sejarah dan identitas Aceh modern.

Dalam haul ke-15 yang digelar untuk mengenang wafatnya, masyarakat Aceh kembali menelusuri jejak perjuangan dan pemikiran sang deklarator.

“Beliau bukan hanya pejuang, tapi juga pemikir dan negarawan. Warisan pemikiran dan semangatnya masih hidup hingga hari ini,”ujar Tgk Sarjani, yang juga dikenal sebagai Imum Jon, Panglima Sagoe Tgk Chiek di Samakurok sekaligus anggota DPRA Fraksi Partai Aceh.

Imum Jon menekankan bahwa Dr. Hasan Tiro bukan sekadar tokoh politik, tetapi bapak ideologi Aceh modern yang menyatukan semangat rakyat dari berbagai lini.

“Hasan Tiro mengajarkan kita tentang prinsip, harga diri, dan konsistensi dalam perjuangan. Ia tidak pernah mengkhianati rakyat Aceh, bahkan ketika harus hidup dalam pengasingan selama lebih dari 25 tahun. Beliau hidup sederhana, namun pemikirannya melampaui zaman,”ungkapnya Imum Jon.

Ia menambahkan bahwa semangat dan perjuangan Hasan Tiro harus diwariskan dalam bentuk komitmen terhadap damai, keadilan, dan identitas Aceh yang bermartabat.

Kini, warisan Hasan Tiro tak hanya hidup dalam lembaran sejarah, tetapi juga dalam jiwa kolektif rakyat Aceh yang terus menjaga jati diri dan haknya di tengah dinamika bangsa dan dunia. [Ms]

Tags: berita acehHasan TiroHaul Wali Nanggroe AcehImum Jon
ShareTweetPin
Previous Post

Aceh Utara Menuju Bebas Pasung 2025: Menjemput Harapan, Memulihkan Martabat

Next Post

Kapolda Aceh Tutup Tradisi Pembaretan Bintara dan Tamtama Remaja Satbrimob

Konten Terkait

Akselerasi Koridor Laut Aceh–Penang: Langkah Progresif Pembuka Akses Pasar Maritim Internasional
Ekonomi

Akselerasi Koridor Laut Aceh–Penang: Langkah Progresif Pembuka Akses Pasar Maritim Internasional

10 Oktober 2026

ACEH UTARA – Pemerintah Aceh secara bertahap mematangkan langkah strategis reaktivasi dan pembukaan rute...

Teuku Cut Banta: Panglima Perang Kuta Batee Aceh Utara Pelindung Sultan Aceh Terakhir
Advertorial

Teuku Cut Banta: Panglima Perang Kuta Batee Aceh Utara Pelindung Sultan Aceh Terakhir

10 Oktober 2026

GENTAPOST.COM - Aroma tanah basah pasca-hujan di Baroh Kuta Batee seolah menyimpan gaung perlawanan...

Polemik Bantuan Isi Hunian Rp3 Juta, Geuchik Ujong Kuta Batee Buka Suara
News

Polemik Bantuan Isi Hunian Rp3 Juta, Geuchik Ujong Kuta Batee Buka Suara

10 Oktober 2026

ACEH UTARA | Geuchik Gampong Ujong Kuta Batee, Kecamatan Meurah Mulia, Kabupaten Aceh Utara,...

Bupati Ayah Wa Gandeng Ulama Kharismatik Dalam Rapat Persiapan Hari Santri Nasional
Advertorial

Bupati Ayah Wa Gandeng Ulama Kharismatik Dalam Rapat Persiapan Hari Santri Nasional

9 Oktober 2026

ACEH UTARA - Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil, SE., MM., atau yang biasa...

Next Post
Kapolda Aceh Tutup Tradisi Pembaretan Bintara dan Tamtama Remaja Satbrimob

Kapolda Aceh Tutup Tradisi Pembaretan Bintara dan Tamtama Remaja Satbrimob

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi

© 2025 PT. Genta Intermedia Global - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artikel
  • Opini

© 2025 PT. Genta Intermedia Global - Proudly powered by Altekno Digital Multimedia.