ACEH UTARA | Krisis pasokan air bersih Perumda Tirta Pase Aceh Utara sudah berlangsung selama sepekan. Sejumlah pengusaha kecil dan menengah yang bergerak di bidang penyulingan air bersih, air isi ulang, dan RO mengaku mengalami kerugian. Hingga Selasa (25/8/2026), suplai air bersih belum kembali normal.
Bukan hanya pelanggan yang mengelola usaha air bersih yang kecewa, namun ratusan konsumen rumah tangga dan pemilik warung juga ikut dirugikan akibat terganggunya pasokan air bersih dari Perumda Tirta Pase Aceh Utara.
Salah seorang konsumen, Murni, mengaku kecewa dengan kondisi pelayanan Perumda Tirta Pase Aceh Utara. Pasalnya, gangguan suplai air bersih bukan hanya terjadi satu atau dua hari, melainkan sudah berlangsung lebih dari sepekan.
“Kami sangat dirugikan oleh perusahaan air bersih Aceh Utara akibat suplai yang macet,” ungkapnya.
Sementara itu, ketika media ini menghubungi Direktur Perumda Tirta Pase Aceh Utara di Lhoksukon untuk meminta penjelasan terkait gangguan tersebut, panggilan telepon belum diangkat.
Untuk diketahui, Perumda Tirta Pase Aceh Utara sudah belasan tahun menyuplai kebutuhan air bersih yang bersumber dari Krueng Pase, yang jaraknya hampir 20 kilometer sebelah timur Kota Lhokseumawe.
Sampai kini, Pemko Lhokseumawe belum mampu menyediakan kebutuhan air bersih secara optimal bagi warga Kota Lhokseumawe. Padahal, kondisi tersebut dapat menjadi sebuah peluang bagi Pemko Lhokseumawe untuk memperkuat pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Terlebih lagi, Perumda Tirta Pase saat ini dinilai masih menghadapi sejumlah kendala teknis, di antaranya kerusakan jaringan pipa dan mesin generator yang dapat berdampak terhadap kelancaran distribusi air bersih kepada pelanggan. [Red]








