Samalanga – Semangat ukhuwah Islamiyah kembali ditunjukkan oleh santri Kelas 1 E Dayah Jamiah Al-Aziziyah Batee Iliek, Samalanga, Kabupaten Bireuen. Pada Selasa sore (14/7/2026), rombongan bertolak menuju Kuta Cane, Kabupaten Aceh Tenggara, untuk kegiatan takziyah kepada salah seorang santri yang sedang berduka.
Rombongan menempuh perjalanan melalui Kota Medan, Sumut dan dijadwalkan tiba di rumah duka pada Rabu pagi (15/7/2026). Meskipun harus menempuh perjalanan yang cukup jauh dengan waktu tempuh belasan jam, hal tersebut tidak mengurangi semangat para santri untuk hadir memberikan dukungan moral kepada keluarga yang sedang mengalami musibah.
Takziyah merupakan salah satu amalan sunnah yang dianjurkan dalam Islam. Kehadiran di rumah duka bukan hanya sebagai bentuk ungkapan belasungkawa, tetapi juga menjadi sarana menghibur keluarga yang ditinggalkan, mendoakan almarhum, serta mempererat tali persaudaraan sesama muslim. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari pendidikan karakter yang terus ditanamkan di lingkungan Dayah Jamiah Al-Aziziyah.
Selain bernilai ibadah, perjalanan ini juga mencerminkan tingginya kepedulian sosial di kalangan santri. Kesediaan mereka meluangkan waktu dan menempuh perjalanan ratusan kilometer menunjukkan bahwa persaudaraan yang terjalin di lingkungan dayah tidak berhenti pada aktivitas belajar, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata ketika salah seorang keluarga besar dayah tertimpa musibah.
Pimpinan Dayah Jamiah Al-Aziziyah menyambut baik kekompakan para santri tersebut. Kegiatan takziyah merupakan bagian dari pendidikan akhlak yang selama ini menjadi ciri khas dayah. Kehadiran santri di tengah keluarga yang sedang berduka bukan sekadar memenuhi kewajiban sosial, tetapi juga menjadi implementasi ajaran Islam yang mengedepankan kasih sayang, empati, dan kepedulian terhadap sesama.
Guru ngaji malam Kelas 1 E, Tgk. Mahmudi Hanafiah, menjelaskan bahwa perjalanan ke Kuta Cane sama sekali tidak diwajibkan kepada seluruh anggota kelas. Mengingat jauhnya lokasi tujuan, biaya yang harus dipersiapkan pun relatif besar. Namun, seluruh anggota kelas secara sukarela bersepakat untuk ikut serta dalam rombongan.
Ia menilai, kesepakatan tersebut merupakan bukti kuatnya rasa persaudaraan yang tumbuh di antara para santri. Di balik keberangkatan itu juga terdapat dukungan luar biasa dari para orang tua santri yang dengan penuh kepercayaan memfasilitasi kebutuhan perjalanan putra-putra mereka. Bahkan, biaya yang dibutuhkan dapat dihimpun dalam waktu yang relatif singkat, mencerminkan besarnya perhatian para wali santri terhadap pendidikan karakter yang ditanamkan di Dayah Jamiah Al-Aziziyah.
Hal senada disampaikan Guru Ngaji Subuh Kelas 1 E, Tgk. Mihibbut Thibry. Ia mengaku terharu melihat tekad para santri yang tetap bersemangat menempuh perjalanan jauh demi menjenguk saudara mereka yang sedang tertimpa musibah. Baginya, kekompakan tersebut menjadi gambaran bahwa nilai ukhuwah yang diajarkan di dayah telah tumbuh menjadi karakter dalam diri para santri.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh orang tua santri yang telah memberikan izin sekaligus dukungan penuh kepada anak-anak mereka untuk mengikuti perjalanan tersebut. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dari suksesnya kegiatan yang sarat dengan nilai-nilai keislaman dan kemanusiaan ini.
Sementara itu, Guru Dhuha Kelas 1 E, Tgk. Riezki Batuah, sejak awal aktif mengoordinasikan berbagai persiapan keberangkatan bersama pihak-pihak terkait di lingkungan dayah. Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut memperoleh dukungan penuh dari lembaga karena merupakan bentuk perhatian Dayah Jamiah Al-Aziziyah terhadap santri beserta keluarganya yang sedang menghadapi musibah. Menurutnya, kepedulian seperti ini merupakan tradisi yang terus dijaga sebagai bagian dari budaya kekeluargaan di lingkungan dayah.
Di tingkat kelas, koordinasi keberangkatan dipimpin oleh Ketua Kelas 1 E, M. Faris Saputra. Ia bergerak cepat menyatukan seluruh anggota, mengoordinasikan komunikasi, serta memastikan seluruh persiapan berjalan dengan baik. Menurutnya, keberangkatan ke Kuta Cane merupakan bentuk penghormatan kepada keluarga yang sedang berduka sekaligus bukti bahwa persaudaraan di Kelas 1 E tidak hanya terjalin selama berada di ruang belajar, tetapi juga diwujudkan dalam kepedulian nyata terhadap sesama.
Perjalanan menuju Kuta Cane diharapkan berlangsung lancar sehingga rombongan dapat tiba sesuai jadwal pada Rabu pagi dan mengikuti rangkaian takziyah bersama keluarga almarhum. Semangat para santri dalam menempuh perjalanan panjang tersebut menjadi potret indah pendidikan karakter di Dayah Jamiah Al-Aziziyah, di mana nilai ilmu pengetahuan senantiasa berjalan beriringan dengan pembinaan akhlak, kepedulian sosial, serta penguatan ukhuwah Islamiyah.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keluarga besar Dayah Jamiah Al-Aziziyah bukan hanya dipersatukan oleh proses menuntut ilmu, tetapi juga oleh rasa saling memiliki, saling menguatkan, dan saling hadir ketika salah seorang anggotanya sedang menghadapi cobaan. Nilai-nilai inilah yang terus diwariskan dari generasi ke generasi sebagai identitas pendidikan dayah yang berlandaskan ilmu, adab, dan persaudaraan.








